Influencer Jadi Lulusan Terbaik UMM | Malang Post

Senin, 09 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 02 Des 2019, dibaca : 462 , Rosida, mp

MALANG - Jadi influencer, youtuber atau admin media sosial barangkali jadi profesi yang kian digemari di era digital. Bagaimana tidak, beberapa profesi yang memanfaatkan platform digital ini tak perlu khawatir dengan tekanan dan terikat jam kerja. Sophia Mega Sabila, lulusan terbaik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adalah salah satunya.
Aktivitasnya berkegiatan di luar kampus bukan berarti tak bisa unggul di bidang akademik. Hal inilah yang dibuktikan Mega, sapaan akrabnya. Selain banyak menghasilkan karya, tetap bisa meraih predikat terbaik dalam gelar kelulusan wisuda periode IV Tahun 2019 UMM, Sabtu (30/11). Ia lulus dengan IPK 3,85.
Selain aktif di dunia digital, ia juga aktif sebagai pegiat gerakan literasi non-daring. Hal itu berawal dari dirinya yang tak mengerti memilih dan memilah buku yang seharusnya dibaca untuk menggali pengetahuan. Namun, semenjak Mega aktif menjadi Booktuber (saluran reviewer buku di Youtube), ia sering bertemu orang-orang yang gemar pula membaca dan mengulas buku. Ia kerap mengulas buku-buku baru bacaannya.
 Awal tahun 2019 ia menelurkan karya anyar pribadinya yaitu “Lo Ngerti Siapa Gue: Membangun Personal Branding melalui Media Sosial Tanpa Perlu Jadi Selebgram”. Mega mengajak untuk mengenal diri.  
"Aku nangkap fenomena, banyak anak setelah lulus nggak semuanya tahu dia harus ngapain," jelasnya. Padahal, sambung pemilik akun @personadiri ini, setiap orang sebenarnya bisa menemukan potensi pada dirinya.

Baca juga :

Cerita Sejarah dalam Desain Gapura Kota Pasuruan

Pendidikan Karakter Minimalisir Bullying di Sekolah


Selain itu, di buku setebal 159 halaman itu juga turut menjelaskan tentang media sosial bukan tentang seberapa banyak follower atau menjadi selebgram. Meskipun pada kenyataannya pikiran untuk menjadi yang terbanyak pengikutnya selalu muncul. Namun, ada alternatif lain dalam menggunakan media sosial, yaitu menciptakan personal branding yang memberi manfaat dalam kehidupan kita seseorang.
Ketika ditanya tentang bagaimana menyeimbangkan kegiatan di luar kampus dan kewajiban akademik, ia mengaku menyiasatinya dengan mengerjakan berbagai kewajiban tugas kampus dengan baik. "Ditambah aktif memperluas wawasan dan banyak baca di luar dari bahan bacaan yang diwajibkan di kelas," kata alumni Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang yang juga hobi nyeruput kopi dan fotografi ini.
Menurut pendiri kanal kapankamunikah.com ini, ketika memilih aktif di luar kampus diperlukan konsistensi yang bagus. "Dilurusin niatnya, sering banget anak yang berkegiatan banyak di luar itu menegasikan kuliah," ujarnya. Padahal, lanjutnya, kuliah itu mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Selain itu, melalui kuliah juga sebenarnya dapat menjadi akses memperluas jaringan hingga ilmu-ilmu baru.
Semasa kuliah, Mega beberapa kali mendapatkan juara pertama di berbagai ajang lomba Public Relations tingkat nasional. Salah satunya di bulan Oktober 2017, yakni lomba Marketing Public Relations yang digelar di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). "Dari awal aku kuliah, aku sudah memutuskan kalau tempatku bukan di dalam kampus," ungkap putri dari pasangan bapak Syamsul Arifin dan ibu Nur Hasanah ini. (oci)



Loading...