Malang Post - Indonesia Darurat Intoleransi

Jumat, 03 April 2020

  Mengikuti :


Indonesia Darurat Intoleransi

Senin, 17 Feb 2020

MALANG - Akun Facebook milik Joe Paijoe mengunggah sebuah gambar yang menggabungkan dua foto. Satu foto menampilkan gambar Jokowi dengan judul artikel ‘Jokowi: Tidak Ada Tempat Bagi Intoleransi di Indonesia’. Sedangkan satu foto lagi adalah gambar beberapa orang sedang beribadah dalam reruntuhan bangunan.


Narasi foto kedua adalah, ‘Faktanya Indonesia DARURAT Intoleransi! Ini kebaktian Jemaat Gereja di Singkil, Aceh di tengah gedung Gereja yg dirobohkan. Tlg Pak Presiden jangan hanya bicara saja tapi kami perlu tindakan Nyata & Tegas! Bukan Janji Manis yg buat Miris & Menangis,” tulis akun Joe Paijoe pada unggahan gambar tersebut.


Tak ayal unggahan tersebut memantik banyak komentar dari netizen. Namun dilansir dari turnbackhoax.id unggahan tersebut tidak memiliki bukti kuat bahwa foto orang beribadah di reruntuhan bangunan diambil di Aceh Singkil.
“Sejak tahun 2017, 2018, dan 2019 foto ini beredar di Youtube, Twitter dan situs luar negeri tanpa menyebutkan bahwa foto tersebut diambil di Aceh Singkil,” tulis laman turnbackhoax.id pada Senin (17/2).


Ketua Forum Cinta Damai Aceh Singil (Forcidas), Boas Tumangger, mengungkapkan, dalam konflik kurang lebih empat tahun lalu, terdapat sembilan gereja yang dibongkar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan satu gereja dibakar massa karena dianggap tak berizin. Gereja yang dibakar adalah Gereja Huria Kristen Indonesia (GHKI) di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil.


Kepala Polri pada saat itu, Jenderal Polisi Badrodin Haiti mengatakan, peristiwa tersebut berawal dari adanya organisasi masyarakat yang tidak puas atas kesepakatan antara pemerintah daerah setempat dan kelompok masyarakat soal 21 gereja yang izinnya dianggap bermasalah. Sesuai rencana, pemerintah akan membongkar gereja pada 19 Oktober 2015 mendatang.


Sementara gambar yang memuat artikel berita berjudul Jokowi: Tidak Ada Tempat Bagi Intoleransi di Indonesia” yang dimuat di situs cnnindonesia.com pada 12 Februari 2018, Presiden Joko Widodo menyatakan, Indonesia menutup ruang bagi oknum atau pihak yang tidak bisa hidup dalam kemajemukan masyarakat.
Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa unggahan gambar oleh Joe Paijoe mesuk ke dalam kategori konten yang salah atau hoax. (lin/agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Fino Yudistira

  Berita Lainnya





Loading...