IBU KUNCI SURGA | Malang Post

Minggu, 19 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Rabu, 18 Des 2019,

Tidak semua wanita mendapatkan keistimewaan sebagai seorang ibu. Ibu adalah sosok yang mulia dan kedudukannya tidak dapat digantikan dengan siapapun dan apapun di dunia ini. Begitu mulianya kedudukan ibu sampai-sampai Allah menempatkan seorang ibu dalam posisi kedua yang harus dimuliakan setelah manusia beriman dan mengabdi kepada Allah sebagai Tuhannya.
    Tidak sepatutnya seseorang berbangga dan menyombongkan diri karena kedudukannya. Seorang pejabat tinggi, alim ulama termashur, dan pengusaha yang sukses, mereka semua berhasil karena andil besar do’a seorang ibu dan terlahir dari Rahim ibu. Semua kesuksesan yang kita peroleh di dunia apalah gunanya jiga kita tidak dapat berbakti kepada kedua orang tua, terutama ibu.
    Begitu besar jasa seorang ibu kepada anaknya. Ibu telah mengandung selama 9 bulan tanpa mengenal payah dan mengeluh. Merawat dan membesarkan dengan penuh kasih sayang, ketika anaknya sakit atau susah beliaupun merasakan pedih yang piluh begitu sebaliknya jika anaknya sukses dia merasa bangga dan bahagia. Begitu besar jasa ibu kepada anaknya, namun apakah anak-anaknya sudahkah menyanyanyi, menghormati dan membahagiakan mereka. Mereka dibesarkan hingga mereka sukses, namun terkadang kesuksesan seorang anak membuat mereka sibuk dan tak sempat untuk menjenguk ibunya.
Tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai hari ibu dan resmi sebagai hari nasional. Hal ini sesuai dengan keputusan Presiden Soekarno Nomor 316 tahun 1959. Pemilihan tanggal tersebut dilatarbelakangi sejarah  bahwasanya kesatuan pergerakan perempuan Indonesia dimulai pada tanggal 22 Desember 1928.
Pada tanggal 22 Desember sampai 25 Desember di Dalem Jayadipuran, Kota Yogyakarta kongres perempuan  pertama mengadakan pertemuan yang dihadiri 600 orang dari 30 organisasi. Isu yang dibahas adalah  tentang pendidikan perempuan bagi anak gadis, perkawinan anak-anak, kawin paksa, permaduan dan perceraian secara sewenang-wenang. Selain itu, kongres juga membahas dan memperjuangkan peran wanita sebagai seorang istri. Presiden Soekarno juga memberikan penghargaan kepada pahlawan perempuan, seperti Cut Nyak Dien, Dewi Sartika dan Nyai Ahmad Dahlan (selain Kartini, karena sudah memiliki harinya sendiri). Sejak tahun  tersebut, setiap tahun Bangsa Indonesia memperingati hari ibu untuk menghayati peristiwa bersejarah tersebut.
Bagi seorang anak peringatan hari ibu merupakan momentum untuk memperingati jasa, peran dan memuliakan kedudukan seorang ibu. Seharusnya hari ibu tidak hanya diperingati pada tanggal 22 Desember saja, akan tetapi selayaknya dan sepatutnya hari ibu dirayakan sepanjang hari karena jasa ibu tak tergantikan oleh emas permata atau uang, bahkan nyawapun ibu pertaruhkan dalam melahirkan anak-anaknya.
Berbagai tradisi yang beraneka ragam berkembang untuk merayakan moment special tersebut, misalnya di Indonesia dirayakan dengan berbagai lomba memakai kebaya atau lomba masak, memberi bunga dan memberi hadiah istimewa untuk ibu. Lain halnya di luar negeri misalnya di Australia dan di Kanada moment special “Mother Day’s” dirayakan pada hari minggu kedua pada bulan Mei, anak-anak memberikan kartu ucapan special dan memberikan bunga. Tradisi yang unik dan berbeda dilaksanakan di negara India, anak-anak memanjakan para ibu ketika hari ibu. Semua pekerjaan diambil alih anaknya, bahkan toko-toko di India berlomba-lomba memberikan diskon untuk perlengkapan wanita.
Pertanyaannya sekarang, bagaimana meraih surga lewat  orang tua kita terutama ibu kita? Ada beberapa hal yang harus kita ketahui, perhatikan, dan kita cermati dalam hidup kita:
1.    Janganlah sekali-kali kita menyakiti hati orang tua
Dalam agama manapun, kita dilarang keras berbuat durhaka dengan  menyakiti hati atau menganiaya orang tua. Hal ini sesuai dengan hadist Rosululloh SAW “Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan kalian berbuat durhaka kepada ibu-ibu kalian.” (Hadits shahih, riwayat Bukhari, no. 1407).
Masih ingatkah kalian legenda maling kundang dari sumatera barat, dikarenakan malin menyakiti hati ibunya sehingga ia dikutuk menjadi batu. Selain itu kisah terkenal dimasa Rasulululloh SAW terdapat salah satu  sahabat Nabi yang sangat rajin beribadah kepada Alloh, beliau rajin sholat, puasa dan bersedekah namanya adalah Alqomah. Pada saat dia sakit keras, dia mengalami kesusahan menjelang meninggalnya, dikarenakan ibunya pernah tersinggung kepada Alqomah karena tidak memperdulikan ibunya, dia lebih memperhatikan istrinya dari pada ibunya. Ketika itu Rosululloh meminta para sahabat untuk membakar Al-Qomah, namun karena rasa kasih sayang yang dimilikinya, ibunya tidak tega melihat anaknya dibakar, akhirnya Al-Qomah dapat meninggal seketika itu juga saat ibunya memaafkannya.
2.    Janganlah berbuat Kasar kepada orang tua
Hindari dan jangan sekali-kali kita berbuat kasar kepada orang tua kita, baik ucapan maupun perbuatan kita, ingatlah selalu akan jasa-jasanya. Ketika mereka marah pada kita, kita cukup diam saja, itulah tindakan terbaik yang harus kita lakukan.Hal tersebut sesuai dengan firman Alloh SWT yang berbunyi:
“Hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al Isra : 23)
3.    Do’a orang tua mustajab
Ada tiga do’a yang dikabulkan oleh Allah SWT yang tidak diragukan tentang do’anya dan langsung dikabulkan oleh Allloh salah satunya adalah doa kedua orang tua terhadap anaknya. Oleh karena itu wajib bagi kita memohon doa kepada orang tua kita terutama ibu di setiap urusan sebab doa ibu adalah doa yang mustajab.
 Sungguh Allah memberi ridho terhadap suatu urusan jika seorang  ibu memberi ridho akan hal tersebut, sebab itu restu dari seorang ibu tak boleh dianggap remeh atau sepele sebab hal tersebut menjadi sesuatu yang penting dan seperti jimat kepada anak-anaknya. Alkisah Anak seorang pemungut sampah bisa menjadi seorang pengusaha sukses dikarenakan do’a seorang ibu. Sebagaimana sabda Rosululloh SWT yang artinya.
“Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, ia berkata, “Ridha Allah tergantung ridha orang tua dan murka Allah tergantung murka orang tua.“
Dari ketiga hal tersebut diatas jika kita laksanakan dengan sepenuh hati, maka kita akan menjadi orang yang sukses didunia dan di akhirat serta surga pun terbuka luas untuk kita. Sudahkah kita membahagiakan, menjadi penenang dan kebanggaan orang tua kita? Jika belum masih ada waktu untuk berbakti kepada orang tua selagi kita masih menghembuskan nafas.

 

Editor : Redaksi
Penulis : mp






LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...