Hoax, Natal diiringi Salawat | Malang POST

Senin, 24 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Hoax, Natal diiringi Salawat

Senin, 16 Des 2019,

MALANG - Sebuah akun facebook bernama Nelly Siringo Ringo menyebarkan konten terkait dengan video natal yang diiringi dengan lantunan salawat. Kemudian dilengkapi juga dengan tangkapan layar video dengan sejumlah sosok menyanyi diiringi dengan musik hadrah salawatan dan dengan latar belakang baner bertuliskan festival keagamaan.
“Aduh gw aja yang Kristen aja risih yang kek beginian... Maksa banget sih, pake blender begitu emangnya campur sari...? Cukup saling menghormati, menyayangi satu dengan yang lain tanpa harus di miixed begitu sudah lebih dari cukup,” kata narasi akun tersebut.
Kemudian akun tersebut juga menyebutkan bahwa agama Kristen dan Islam bukan agama baru. Kemudian agama harus dikolaborasikan melalui pertunjukkan tersebut, diklaim merupakan perayaan natal diiringi salawat.
Namun setelah ditelusuri, ternyata narasi yang ditulis di video itu tidaklah benar. Peristiwa video itu bukanlah Natal, melainkan Festival Keragaman Sulawesi Utara 2016, Sabtu (10/12/2016). Acara berlangsung di aula Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara untuk memperingati Hak Asasi Manusia.
Diiringi permainan lantunan musik hadrah, Ketua Lesbumi NU Sulut Taufiq Bilfaqih menyanyikan lagu Havenu Shalom Alechem. Lagu tersebut berarti ‘Ku bawa berita Sejahtera’, dengan bahasa Arab yang diselingi dengan bahasa asli, yakni Ibrani.
Salawat disenandungkan Taufik Bilfalqih, namun dipadukan dengan lagu Natal berjudul Gloria yang diubah dalam bahasa Arab. Tabuhan rebana sebagai pengiring lagu menambah nuansa berbeda festival tersebut.
Saat mendengar salawat nabi dan lagu Natal, hadirin yang berada di ruang rapat DPRD Sulut sontak berdiri dan ikut bernyanyi. Menurut Taufik Bilfaqih, ubahan salawat dan lagu Gloria merupakan bagian seni.
Sementara itu Ketua Panitia Festival Keragaman Sulut, Sofyan Yosadi, mengatakan, kegiatan ini juga memperingati hari Hak Asasi Manusia. Hal itu untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan cinta toleransi.
Pada kegiatan tersebut, bergantian tokoh lintas agama mendoakan Indonesia lewat keyakinannya masing-masing. Selain Muchsin Bilfaqih mewakili Muslim, ada Pdt Dr Richard Siwu dari Protestan, Uskup Manado Mgr Joseph Suwatan MSC dari Katolik, Drs IWB Wedha Manuaba dari Hindu, Jimmy Sofyan Yosadi dari Khonghucu serta Bhikkuni Meici Bibiana Runtuwene dari Buddha.(asa/feb)

Editor : Febri
Penulis : Inasa

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...