Malang Post - Guru Digunduli Seperti Begal, Polda DIY Kirim Propam ke Polres Sleman

Rabu, 01 April 2020

  Mengikuti :


Guru Digunduli Seperti Begal, Polda DIY Kirim Propam ke Polres Sleman

Kamis, 27 Feb 2020

SLEMAN - Kecaman dialamatkan kepada Polres Sleman yang menggunduli tiga guru tersangka kasus susur Sungai Sempor. Tiga orang tersangka yakni IYA (37) dan R (58) merupakan guru dan pembina pramuka di SMP Negeri 1 Turi serta satu tersangka DDS, (58) dari swasta. Tiga tersangka digunduli bak pelaku kriminal berat, melebihi begal. Atas kecaman itu, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengirim Propam untuk memeriksa anggota Polres Sleman, Rabu (26/2) kemarin.

Petugas Propam Polda DIY memeriksa anggota Polres Sleman yang diduga menggunduli tiga guru pembina pramuka yang menjadi tersangka kasus susur Sungai Sempor, Sleman yang menewaskan 10 siswa SMPN 1 Turi. Jika terbukti melanggar prosedur tetap (protap) penyidikan, anggota Polres Sleman yang menggunduli ketiga tersangka bisa terkena sanksi.
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto mengatakan, protes dari akun PGRI dan FGSI tentang tersangka yang digundul sudah ditindaklanjuti Propam Polda DIY.
“Pagi tadi propam Polda melakukan pemeriksaan di Polres Sleman, untuk mengetahui pelanggaran yang dilakukan oleh anggota,” katanya,  Rabu (26/2/2020).
Dia memastikan, jika nanti terbukti ada pelanggaran, petugas yang menyalahi aturan akan dikenakan sanksi. "Kalau ada pelanggaran akan ada tindakan kepada yang menyalahi aturan," ucap Yulianto.
Sebelumnya, video rilis dengan kondisi tersangka mengenakan baju tahanan oranye dengan kepala plontos ini pun menuai kecaman sejumlah organisasi. Salah satunya yang memprotes yakni Paguyuban Guru Republik Indonesia (PGRI) diakun twitternya. Namun tidak berselang lama cuitan itu dihapus.
Protes juga dilayangkan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). Mereka  menilai, kepolisian terlalu berlebihan memamerkan guru di depan media.
"Digunduli dan perlakuan selayaknya pelaku kriminalitas berat. Sebab itu berpotensi akan menggiring opini masyarakat bahwa tersangka guru adalah pelaku kejahatan berat," kata Sekjen FGSI, Heru Purnomo.
Heru mengatakan mereka ditetapkan tersangka sebab guru serta pengurus Kwartir Pramuka dinilai bertanggung jawab atas musibah tersebut. Mereka bukan pelaku kriminal pembunuh, pemakai narkoba atau begal.
"Perlakuan polisi kepada tersangka guru tersebut, akan berdampak terhadap psikologis anak-anak muridnya dan keluarga guru," ucapnya.
Ketiga tersangka pun dihadirkan di depan awak media saat rilis di Mapolres Sleman pada, Selasa (25/2/2020). Dengan tampilan kepala gundul, mereka digiring dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.
Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem), Eva Yuliana menyayangkan tindakan berlebihan oknum Polisi Polres Sleman pada tiga pembina Pramuka SMPN 1 Turi tersangka kasus susur sungai di Sleman, Yogyakarta.
"Saya mengapresiasi Polri dalam kesigapannya, namun saya memberi catatan atas metode penghukuman dengan cara menggunduli guru yang menjadi tersangka. Seharusnya Polisi bekerja sesuai SOP (Standard Operational Procedure) saja," ungkap Eva dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu 26 Februari 2020.
Ketiga guru tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam insiden susur sungai yang menyebabkan 10 orang siswa meninggal dunia, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Mereka dijerat Pasal 359 KUHP mengenai kelalaian yang mengakibatkan orang meninggal dunia, dan Pasal 360 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan orang lain luka-luka.
"Kita patut mengakui bahwa guru yang bersangkutan lalai dalam melakukan pembinaan terhadap anak didiknya. Di sisi lain, Polri memiliki posisi dimata publik. Saya harap tindakan semacam ini tidak terulang kembali. Ingat, semua bisa jadi seperti hari ini adalah karena jasa guru," tegas politisi perempuan Partai NasDem itu.
Eva Yuliana berharap Polri bertindak tegas kepada oknum yang terlibat dengan terjadinya perilaku berlebihan tersebut.(cni/nd/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : cni

  Berita Lainnya





Loading...