Gondanglegi Kena Trase Tol | Malang Post

Sabtu, 18 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 16 Des 2019

MALANG – Jalan tol Malang – Kepanjen direncanakan bakal melewati lima kecamatan di Kabupaten Malang, termasuk Gondanglegi. Namun ini baru sebatas feasibility study yang dilakukan oleh PT PP (Persero) Tbk. Diperkirakan awal tahun 2020, Pemkab Malang bersama PT PP (Persero) Tbk akan menentukan desa-desa yang terlewati trase tol tersebut.
Hal ini ditegaskan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang, Ir. Tomie Herwanto kepada Malang Post, . Dia menjelaskan hal tersebut usai menghadiri kegiatan pelantikan dan pengukuhan Kepala Sekolah dan Kepala Puskesmas di Pendopo Agung Kabupaten Malang. Tomie mengatakan jika dari hasil FS yang dilakukan PT PP, bahwa Malang-Kepanjen layak ada jalan tol.
“PT PP sudah melakukan FS, hasilnya layak. Selanjutnya kami akan menentukan trase tol. Rencananya penetuan trase ini dilakukan pada awal tahun depan,’’ katanya.
Dia menjelaskan, terkait dengan trase secara rancangan memang sudah. Di mana tol Malang-Kepanjen ini memiliki panjang sekitar 18 kilometer. Dari Kota Malang jalan bebas hambatan ini akan melewati lima kecamatan di wilayah Kabupaten Malang. Yakni Kecamatan Pakisaji, Kecamatan Bululawang, Kecamatan Tajinan, Kecamatan Kepanjen dan Kecamatan Gondanglegi.  
Dari panjang tol tersebut, sesuai perencanaan  akan ada tiga exit tol. Yakni di wilayah Pakisaji, Bululawang dan Kepanjen.
“Karena aturannya, jarak antara exit tol satu dan lainnya adalah lima kilometer. Sehingga dengan jarak lebih dari 17 kilometer atau hampir 18 kilometer tersebut, maka sesuai perencanaan ada tiga exit tol,’’ katanya.
Bappeda Kabupaten Malang sendiri dikatakan Tomie akan terlibat langsung dalam penentuan trase. Tidak sekadar sebagai pemilik wilayah. Tapi juga untuk menetukan kawasannya.
“Karena tidak semua kawasan itu bisa dilewati. Ada beberapa pertimbangan. Yaitu apakah trase tol ini melewati jalur hijau, menggunakan tanah kas desa atau menggunakan aset pemerintah. Nah ini yang belum final,’’ ungkapnya.
Mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang ini menyebutkan, berkaca dari pembangunan tol Pandaan Malang. Di mana tol ini menggunakan jalur hijau, tanah kas desa dan aset milik pemerintah daerah. Dengan pertimbangan pola tersebut, Tomie mengatakan tidak hanya percepatan pembangunan. Tapi juga terkait dengan efisiensi pembiayaan.
“Akan berbeda anggaran yang digunakan untuk pembiayaan pembangunan tol jika melewati tanah kas desa, atau tanah aset pemerintah juga tanah kas desa dengan tanah milik warga. Kami sempat menyampaikan itu, dan itu belum final atau masih dilakukan kajian,’’ ungkapnya.
Tomie juga menambahkan, setelah menentukan trase dan final, pihaknya pun menyerahkan kepada pemerintah pusat.
“Karena tol ini pembangunannya dilakukan oleh pusat. Jadi setelah trasenya selesai atau final, kami pun menunggu,’’ katanya.
Ditanya siapa yang akan melakukan pembangunan tol? Tomie mengatakan belum tahu. Hanya saja, untuk FS dilakukan oleh PT PP (Persero) Tbk. “Itu nanti yang menentukan adalah pusat. Karena untuk pembangunan tol sendiri proses pelaksanaannya melalui lelang,’’ ungkapnya.
Yang jelas, Tomie mengatakan pembangunan tol Malang – Kepanjen ini merupakan usulan dari pemerintah daerah. Pembangunan tol Malang – Kepanjen ini merupakan kelanjutan dari tol Malang-Pandaan.
“Pertimbangannya ada tol Malang – Kepanjen adalah salah satunya untuk mengembangkan wilayah selatan. Di mana wilayah selatan memiliki potensi luar biasa, salah satunya adalah sektor pariwisata,’’ ungkapnya.
Sementara itu pihak PT Jasa Marga Pandaan Malang membenarkan adanya rencana melanjutkan pembangunan tol Malang-Kepanjen. Namun demikian, sampai dengan saat ini PT Jasa Marga Pandaan Malang belum dilibatkan. Baik itu melakukan FS maupun penentuan trase.
“Kemarin memang ada wacana pembangunan tol Malang – Kepanjen, melanjutkan pembangunan tol Pandaan. Dari PT PP sudah  melakukan FS, dan Januari nanti (Januari tahun 2020) PT PP dan Pemkab Malang rencananya akan turun kembali untuk menentukan trase sekaligus membuat Amdal Lalin. Kami belum terlibat apa-apa,’’ papar  GM Operasi PT Jasa Marga Pandaan Malang, Indrawan Agustono.
Indrawan menambahkan untuk, pembangunan tol dilakukan melalui tender. Dan tender tersebut dibuka setelah semuanya sudah siap. Termasuk untuk trase tol.
“Jadi begitu perusahaan masuk dan memenangkan tender bisa langsung membangun. Nah ini masih belum, dan kami juga belum tahu apakah mengikuti tender tersebut atau tidak?,’’ tandasnya.
Sementara itu, Direktur Teknik PT Jasa Marga Pandaan Malang, Siswantono mengatakan untuk pembangunan tol Malang Kepanjen, anggarannya belum ditentukan. Namun dari pertimbangan geografis dan lahan, menurut perhitungan kasar anggarannya tidak jauh berbeda dengan pembangunan tol Pandaan-Malang. Yaitu antara Rp 5 - 6 triliun. Anggaran itu hanya untuk konstruksi dan bunga bank.
“Sedangkan pembebasan lahannya, analisa kami mencapai Rp 3 - 4 triliun,’’ katanya.
Ditanya apakah siap untuk membangun tol Malang-Kepanjen? Siswantono mengatakan siap. Namun demikian, dia menegaskan secara aturan untuk pembangunan tol dilakukan melalui tender. “Kementerian PUPR nanti akan membuka tender untuk pembangunan tol Malang - Kepanjen. Perusahaan yang memenangkan tender itulah yang nanti akan membangun,’’ tandasnya.(ira/ary)

Editor : Bagus
Penulis : Ravika






LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...