Gethuk Aktif di Misi Sosial Sepakbola | Malang Post

Kamis, 05 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Selasa, 03 Des 2019, dibaca : 210 , Parijon, Stenly

MALANG - Legenda Arema sekaligus asisten pelatih timnas senior, Joko ‘Gethuk’ Susilo terus aktif memanfaatkan waktunya untuk membagi spirit sepakbola di saat senggang timnas. Ketika timnas senior tak ada agenda, pelatih domisili Sawojajar 2, Pakis tersebut aktif terlibat dalam misi sosial sepakbola.
Bersama beberapa pecinta sepakbola dan pelatih di daerah-daerah, Gethuk menjadi salah satu pencetus Rumah Bola. Striker Arema era Galatama dan awal milenium ini menyebut Rumah Bola dicetuskan sebagai upaya mendorong semangat sepakbola di daerah di penjuru nusantara.
“Rumah Bola ini bertujuan sebagai ruang bagi pelatih untuk menyumbangkan ilmu terbaru dalam dunia sepakbola, kepada mereka yang memang mengundang kami. Bisa saya, atau pelatih lain, datang sebagai representasi Rumah Bola, beri coaching clinic gratis misalnya,” tandas Gethuk kepada Malang Post.
Bagi Gethuk yang kini berlisensi AFC Pro, ilmu sepakbola yang dinamis dan terus berkembang, perlu dibagikan untuk mengembangkan sepakbola Indonesia. Menurut Gethuk, Rumah Bola sudah memiliki representasi di beberapa daerah, yaitu di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Kalimantan dan daerah lain.
“Misalnya, Cepu yang mengundang saya untuk sharing tentang ilmu kepelatihan sepakbola, nantinya representasi daerah lain juga mengundang untuk sharing ilmu. Tujuannya adalah menyemarakkan semangat peningkatan sepakbola Indonesia,” tandas mantan pelatih Arema tersebut.
Pasalnya, saat ini sendiri Gethuk masih tercatat sebagai Direktur Teknik Akademi Arema. Sehingga, dia masih sering turun ke grass root untuk memberikan latihan kepada anak-anak akademi, serta bebagi ilmu dengan para pelatih akademi. Meski demikian, Gethuk menegaskan semua itu bisa dilakukan jika tak ada agenda timnas.
“Jelas kalau saya, harus saat tidak ada agenda timnas. Karena, begitu ada tugas negara, ya saya prioritaskan timnas. Karena itu, ke depan bukan saya saja yang memberi materi, bisa pelatih lain. Sesuai permintaan, karena seluruh pelatih Indonesia, sangat intens komunikasi,” papar Gethuk.
Paska didapuk sebagai tim pelatih timnas senior, Gethuk ditugaskan mendorong peningkatan kualitas pelatih di daerah. Sebab, dengan modal lisensi AFC pro serta pengalaman terbarunya kursus kepelatihan, ilmu sepakbola yang dinamis dan terus berkembang ini, harus ditularkan.
Gethuk mengaku tidak mencari materi dari misi sosial ini. “Tak ada itu, karena kalau saya ingin dapat materi, ya saya jadi pelatih klub profesional saja kan. Tapi, ini semangatnya adalah pengembangan sepakbola Indonesia, karena itu sharing ilmunya pun gratis,” tandas Gethuk.(fin/jon)



Kamis, 05 Des 2019

Pertahankan Makan Konate

Kamis, 05 Des 2019

Arema Kodew Butuh Suporter

Loading...