Gempa M 6,8 Guncang Filipina, Presiden Duterte Terjebak | Malang POST

Senin, 24 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Gempa M 6,8 Guncang Filipina, Presiden Duterte Terjebak

Minggu, 15 Des 2019,

MANILA - Gempa berkekuatan magnitudo (M) 6,8 mengguncang Davao, Kepulauan Mindanao, Filipina. Presiden Filipina Rodrigo Duterte dilaporkan sempat terjebak gempa."Ibu Negara... mengatakan mobil yang di kendarai sempat bergoyang. Mereka tidak terluka," kata juru bicara Salvador Panelo, dilansir dari AFP, Minggu (15/12/2019).
Gempa itu menyebabkan kantor pemerintahan dan fasilitas umum mengalami kerusakan. Warga juga dilaporkan panik sembari menyelamatkan diri ke luar gedung seperti mal dan perkantoran. "Kami tidak bisa lagi menggunakan kantor karena dinding dan tangga runtuh," kata salah satu polisi Lea Orbuda.
Kerusakan juga menimpa rumah sakit di Mindanao. Puluhan pasien dievakuasi dari rumah sakit.
Selain kerusakan, gempa juga mengakibatkan listrik padam. Layanan air juga lumpuh di lokasi gempa. "Aliran listrik padam, air keran kering," tutur Obuda.
Setidaknya 24 orang sudah dilarikan ke rumah sakit akibat gempa. Namun, belum ada laporan korban jiwa. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) sudah menyatakan tidak ada potensi tsunami. Gempa juga terasa hingga Melonguane, Sulawesi Utara. Kedalaman pusat gempa 33 km.
Gempa ini juga dirasakan di kawasan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Dalam skala Modified Mercalli Intensity (MMI), getaran di Sangihe dirasakan pada II-III MMI. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberi data mutakhir menjadi magnitudo (M) 6,8 terkait gempa yang terjadi Mindanao, Filipina. Kedalaman gempa tersebut adalah 37 km. "Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa ini berkekuatan M=6,9 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=6,8," kata Kepala Bidang Informasi Gempa bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono, dalam keterangan tertulisnya, kemarin.
Daryono menyebutkan gempa tersebut berpotensi destruktif. Gempa juga dirasakan hingga Sulawesi Utara.
"Dampak guncangan gempa ini di sekitar episenter khususnya di Davao Del Sur diperkirakan mencapai VII MMI dan berpotensi destruktif. Gempa ini juga dirasakan di wilayah Indonesia, yaitu daerah Sangihe Talaud, Sulawesi Utara, yang jaraknya lebih dari 334 km dari pusat gempa," tuturnya, seraya menambahkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut pusat gempa berada di kota yang padat penduduk Davao, Filipina, Minggu (15/12/2019). USGS melaporkan tidak ada potensi tsunami.
Gempa juga terasa hingga Melonguane, Sulawesi Utara. Kedalaman pusat gempa 37 km.
"Gempa magnitudo 6,9 pukul 13.11.54 WIB," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Rahmat Triono dalam keterangannya kepada wartawan.
Gempa juga dirasakan di kawasan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Dalam skala Modified Mercalli Intensity (MMI), getaran di Sangihe dirasakan pada II-III MMI. Getaran II MMI berarti dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Getaran III MMI berarti dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. (dtc/cnn/ra/udi)

Editor : Mahmudi
Penulis : Net

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...