Gamal Ramaikan Pilpres Surabaya 2020 | Malang POST

Senin, 17 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 02 Des 2019,

Mantan Juru Bicara Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 Gamal Albinsaid menyatakan kesiapannya maju sebagai bakal calon wali kota pada Pilkada Surabaya 2020 melalui jalur partai politik (parpol). Ia menyebut keputusannya itu logis dan rasional.

"Saya logis dan rasional. Memang komunikasi politik dengan parpol terbuka. Saya sudah komunikasi dengan Golkar, Demokrat, Gerindra baik di level DPD, DPW dan DPP," kata Gamal di acara Cangkruk Bareng yang digelar di Rest Area Wibi Kaliasin, Kota Surabaya, Jatim, Ahad.

Gamal mengaku santai menyikapi semua proses politik ini sampai betul-betul nantinya dipercaya oleh parpol untuk maju di Pilkada Jatim. Ia yakin partai akan melakukan rekam jejak dan kapasitasnya.

"Saya yakin partai akan melihat kapasitas saya, track record saya. Apa saya orang berintegritas atau tidak? Apa saya sudah punya karya atau tidak, punya kontribusi atau tidak?. Bagi saya itu akan menjadi rujukan mereka untuk bisa menilai apakah saya ini orang yang layak. Kalaupun tidak, saya melanjutkan kehidupan saya seperti biasanya jadi saya nothing to lose (tidak rugi)," katanya.

Saat ditanya apakah nanti akan menggunakan jalur independen jika tidak dapat rekomendasi dari parpol? Gamal menegaskan tidak akan mengambil jalur perseorangan.

Sampai sejauh ini, Gamal mengaku sudah banyak orang memintanya maju lewat jalur independen. Bahkan, lanjut dia, sudah ada relawan yang mengatasnamakan GAS dan GAKITA sudah mengumpulkan kartu tanda penduduk (KTP) sebagai syarat maju jalur perseorangan.

Tapi bagi Gamal, kolaborasi dengan parpol itu hal yang esensial untuk memberikan warna baru, salah satunya bisa memberikan perubahan konsep berpolitik.

"Saya ingin membuktikan kita bisa memperbaiki sistem pembiayaan politik dengan pendekatan kewirausahaan sosial yang sudah kami terapkan. Bagaimana kami berorientasi mengembangkan berbagai inovasi yang memberikan dampak terhadap masyarakat," ujar pria asal Malang ini.

Sementara itu, salah satu pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Kaliasin, Sunaryo di acara tersebut sempat curhat (curahan hati) kepada Gamal dengan mengaku was-was lapak dagangannya digusur.

"Seandainya jadi, selama ini kita ditakutkan aturan Perda. Kita ini beberapa kali mau digusur, kita dihantui seperti itu. Padahal ini satu-satunya mata pencaharian kita," katanya saat melontarkan pertanyaan kepada dr Gamal.

Meski demikian, Sunaryo memang sangat membutuhkan adanya relokasi. Hampir 100 pedagang juga merasakan hal yang sama, yaitu penggusuran. (rol/oci)

Editor : Rosida
Penulis : Net



Loading...