FAKTA Virus Babi Hog Cholera | Malang POST

Kamis, 20 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 07 Nov 2019,

Sebuah akun Facebook bernama Davids Mana'loe mengunggah sebuah konten yang memberi informasi kepada netizen agar tidak lagi memakan babi. Sebab disebut bisa menularkan sejumlah virus yang terkandung dalam daging babi. Bahkan dalam postingan tersebut juga menyertakan foto seorang korban yang terlihat menunjukkan gejala akibat mengonsumsi babi.
"Hati-hati yang suka makan jagal babi," caption unggahan akun tersebut, yang disertai dengan berbagai unggahan foto.
Malang Post menelurusi akun Facebook tersebut, Kamis (7/11). Konten tersebut ternyata diunggah sejak 30 Oktober lalu, tepatnya pukul 14.29.
Hingga tulisan ini dibuat, konten tersebut telah dibagikan hingga 870 kali, kemudian mendapat 126 like dan 41 komentar. Unggahan tersebut terlihat tak ditanggapi secara serius oleh pemiliki akun Davids Mana'loe, karena tak ada komentar netizen lain yang dibalas.
Kemudian, gambar yang diunggah bersama konten tersebut, menunjukkan sebuah percakapan. Yang menjelaskan adanya penyebaran virus mematikan dari daging babi. Dijelaskan bahwa percakapan itu menyebut kawasan sekitar Medan dan sekitarnya. Sebagai daerah penyebaran virus tersebut.
"Area Medan dan sekitarnya stop beli daging babi untuk dimasak atau dimakan atau untuk dijual. Berbahaya, ada wabah virus mematikan manusia," kata percakapan Whatsapp yang diunggah oleh akun tersebut.
Namun kemudian setelah ditelusuri kembali, informasi tersebut bisa dipastikan tidak berdasar atau termasuk dalam ketegori hoax. Bahkan diketahui kemudian bahwa foto yang disertakan dalam konten tersebut merupakan foto korban infeksi streptococcus.
Penyebabnya adalah karena memakan blood puding, atau makanan yang terbuat dari darah beku. Dilansir dari Indonesian Hoax, Departemen Pembangunan Industri Primer dan Regional Australia, virus babi Afrika (African Swince Fever), memang serupa dengan virus Hog Cholera (Classical Seine fever).
Namun meskipun jenis virusnya berbeda, tapi virus tersebut tidak bisa menyerang manusia. Melainkan hanya bisa menyerang babi. Hal senada juga disampaikan oleh World Organization for Animal Health.(asa/lim)

Editor : halim
Penulis : asa



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...