Eksepsi Penikam Begal Ditolak Hakim | Malang POST

Selasa, 18 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 17 Jan 2020,

MALANG - Terdakwa penikam begal ZL, 17, gagal mendapatkan keringanan dalam putusan sela hakim PN Kepanjen, Jumat pagi. Eksepsi ZL untuk menganulir pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana ditolak oleh hakim Nunik Defiari. Pembacaan putusan sela di ruang sidang PN Kepanjen disaksikan tim penasehat hukum ZL dan jaksa penuntut umum Chris Triawan.
“Sejak awal, jaksa menerapkan pasal berlapis, seakan berasumsi bahwa terdakwa memang bersalah,” kata Bhakti Riza Hidayat, tim penasehat hukum ZL, Jumat (17/1) usai persidangan.
Menurutnya, penolakan eksepsi ini tidak sesuai dengan fakta kronologi reka ulang adegan peristiwa penikaman begal yang hendak mengambil harta ZL dan memperkosa pacar ZL.
Selain itu, kliennya ZL tidak secara sengaja membawa pisau untuk menikam Misnan,35. Apalagi, ZL dan pacarnya, tidak pernah mengenal Misnan dan Mamat yang melakukan pembegalan di Gondanglegi Kulon. Sehingga, menurutnya, perlu ada pembuktian materiil dan formil dalam proses persidangan, terutama soal pisau yang diklaim terdakwa digunakan untuk prakarya di sekolah.
"Pisau dapur yang dibawa oleh terdakwa, adalah alat prakarya di sekolah yang bersangkutan, alat itu dipakai pembuatan stick es krim pada 5 September 2019. Bahkan ada surat dari guru dan pihak sekolah yang menguatkan keterangan terdakwa soal kegunaan pisau itu," jelasnya.
Dengan penolakan eksepsi terdakwa oleh hakim, sidang lanjutan akan digelar lagi pekan depan, agendanya pemeriksaan saksi dari jaksa penuntut umum.
Sementara, tim penasehat hukum ZL bakal menyiapkan pledoi yang bakal disampaikan di persidangan. Isi pledoinya adalah penekanan pembuktian pasal 49 KUHP. Yakni tentang perbuatan terdakwa untuk pembelaan diri.
Sehingga, ada sebab akibat dari pembelaan diri tersebut. Kasus ini sempat viral karena ZL dinilai oleh publik mirip dengan kasus pembunuh begal di Tangerang. Dalam kasus di Tangerang, pembunuh begal melakukan pembelaan diri, dan menikam pelaku begal sampai tewas. Dia tidak ditahan, dan malah mendapatkan penghargaan dari kepolisian atas tindakannya.(fin/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Fino Yudistira



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...