Dua Guru SMA Islam Sabilillah Ukir Prestasi Nasional | Malang POST

Senin, 24 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Dua Guru SMA Islam Sabilillah Ukir Prestasi Nasional

Kamis, 23 Jan 2020,

MALANG - Dua guru SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School baru saja mendapat penghargaan luar biasa dari ajang prestasi guru tingkat Nasional. Keduanya, Diah Budiarti, S.Pd., M.Pd., dan Evi Yulistia Heriyana, S.Pd. 
Keduanya memperoleh prestasi dari dua bidang yang berbeda. Diah Budiarti, menjadi juara 2 nasional lomba literasi guru yang digelar YDSF Malang dalam rangka Hari Guru. Ia berhasil menyisihkan ratusan peserta yang lain dan menjadi terbaik kedua. 
Kepada Malang Post, Diah mengatakan ide yang dituangkan dalam karya tulisnya tentang konversi majalah sekolah dari kertas ke dalam bentuk file digital, alias berbentuk paperless. “Saya mencoba menuangkan ide terebut ke dalam karya tulis, kemudian saya tuangkan dalam lomba, dan ternyata medapat respon yang bagus dari tim juri,” kata Diah. 
Ia yang menjadi pembina gubuk literasi SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School ini mencetus ide tersebut sebagai respon dari kemajuan teknologi.  Era yang serba digital membuat segala sesuatu menjadi efektif dan efesien. "Saat ini kita telah memasuki era industri 4.0, maka harus menyesuaikan. Majalah kita yang awalnya kertas, bisa dikonversi menjadi digital,” terangnya.
Guru Bahasa Indonesia ini berharap idenya tersebut menjadi program kerja dari komunitas Gubuk Literasi SMAIS. “Selain ada proram membuat buku setiap semester, kami juga bisa menciptakan majalah yang paperless, sehingga lebih cepat dipublikasikan tanpa menunggu cetak,” tuturnya. 
Sementara itu, Evi Yulistia Heriyana berhasil menjadi salah satu dari sepuluh peserta yang mendapat tiket ke Thailand untuk mengikuti konfrensi guru kimia tingkat internasional. Penghargaan tersebut ia dapatkan setelah dinyatakan menjadi salah satu peserta terbaik dalam workshop yang digelar oleh MGMP Guru Kimia Kota Malang di Universitas Negeri Malang, beberapa waktu lalu. 
Dalam program tersebut UM menjalin kerjasama dengan pihak Chemical Society Thailand yang saat itu menjadi salah satu narasumber. Sehingga sepuluh peserta terbaik dari 200 lebih peserta diberikan kesempatan untuk mengikuti workshop tingkat internasional. 
Evi menjelaskan, di workshop MGMP ia mendapat tugas untuk melakukan esksperimen di sekolah dengan menggunakan instrument berupa satu set peralatan yang diperoleh dalam workshop tersebut. “Sebelumnya peserta workshop sudah dilatih bagaimana menggunakan peralatan tersebut dengan beberapa percobaan,” katanya. 
Dalam eksperimennya, Evi mengambil fenomena hujan asam yang memiliki tingkat pH dibawah tujuh. Bahan-bahannya menggunakan yang sudah disiapkan dari workshop ditambah beberapa bahan yang ada di lab sekolah. “Hasilnya saya rekam dalam bentuk video tutorial yang melibatkan siswa,” tuturnya. (imm/aim)

Editor : muhaimin
Penulis : imam

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...