Malang Post - Dua Anggota TNI Tewas Baku Tembak dengan KKB di Papua

Kamis, 09 April 2020

  Mengikuti :


Dua Anggota TNI Tewas Baku Tembak dengan KKB di Papua

Rabu, 18 Des 2019

PAPUA - Dua anggota TNI Lettu Inf Erizal Zuhri Sidabutar dan Serda Rizky tewas saat kontak senjata antara TNI dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.
‘’Kontak tembak yang terjadi pada Selasa (17/12) sekitar pukul 15.30 WIT, dan menyebabkan dua prajurit gugur saat melaksanakan tugas dalam menjamin keamanan warga Papua," kata Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/2).
Sus Taibur menjelaskan, Satgas Gakum TNI bersama Polri sebelumnya beberapa kali mendapat informasi dari warga masyarakat Sugapa bahwa warga masyarakat yang sedang melaksanakan persiapan perayaan Natal mendapat gangguan keamanan. Warga diintimidasi, dan KKB melakukan kekerasan fisik, perampokan, pemerkosaan dan perampasan serta penjarahan harta benda. KKB itu, kata Sus Taibur, diduga adalah pelaku penembakan terhadap tiga tukang ojek pada Oktober 2019.
Mendapat laporan itu, Satgas Gakum TNI bersama Polri meningkatkan kegiatan patroli pengamanan di tempat yang diduga menjadi basis kegiatan KKB. "Untuk melindungi keselamatan dan memberikan rasa aman kepada warga terutama menjelang perayaan Natal," ujarnya.
Kata Sus Taibur, saat melaksanakan patroli keamanan, terjadi kontak tembak yang mengakibatkan dua prajurit TNI gugur. "Saat ini kedua jenazah dalam proses evakuasi," tambahnya.
Usai kontak tembak, TNI-Polri terus melakukan pengejaran untuk menangkap kelompok kriminal bersenjata yang melarikan diri ke dalam hutan.
Sebelumnya, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra mengungkapkan sebanyak delapan terduga teroris berhasil diringkus Densus 88 Antiteror di Jayapura, Papua. "Kita mendapatkan informasi bahwa delapan terduga teroris ditangkap oleh Densus 88 di Jayapura, Papua," kata Asep di Mabes Polri.
Penangkapan delapan terduga teroris itu dilakukan pada 6-7 Desember. Awalnya, Densus 88 hanya menangkap satu terduga teroris pada 6 Desember. Terduga teroris itu berinisial KWN. Kemudian, penangkapan kembali dilakukan pada 7 Desember. Kali ini sebanyak tujuh terduga teroris diringkus oleh tim Densus 88.Asep menyampaikan delapan terduga teroris itu diduga terlibat dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung dan Medan. "Semua terduga dalam jaringan Jamaaah Ansharut Daulah atau JAD Lampung dan Medan," ucap Asep.
Pada awal Desember lalu, Densus 88 juga menangkap enam teroris di Bima. Keenam teroris itu bernama Amir JAD Bima MZ, OWR, AG, MRM, dua lainnya berinisial IF dan AS pernah ditahan pada 2011 lalu.
Penangkapan terduga teroris di Papua terbilang sangat jarang terjadi. Namun, pada 6 September lalu, Mabes Polri mengakui ada kelompok yang berafiliasi pada Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Papua, yakni Jamaah Ansarut Daulah (JAD).
Kelompok tersebut sudah terdeteksi kurang lebih dua tahun yang lalu. Sebelumnya, Ryamizard Ryacudu ketika menjabat Menteri Pertahanan juga menyebut ada kelompok terafiliasi ISIS di Papua yang terlibat dalam kerusuhan di Papua. "Semalam saya sudah konfirmasi ke Densus 88 kalau indikasi ISIS di Papua memang sudah terindikasi, betul jaringan ISIS di Papua," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan. (cnn/dtc/udi)

Editor : Mahmudi
Penulis : dtc

  Berita Lainnya





Loading...