Malang Post - Dosen UIN Maliki Ciptakan Alat Pembunuh Covid-19

Jumat, 03 April 2020

  Mengikuti :


Dosen UIN Maliki Ciptakan Alat Pembunuh Covid-19

Kamis, 26 Mar 2020

Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Abdul Haris, M. Ag. saat uji coba alat Kotak Anti Virus (KAVi). 

 

MALANG - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil membuat satu alat yang mampu membunuh virus corona. Alat tersebut dinamakan Kotak Anti Virus atau disingkat dengan kata KAVi. Terciptanya KAVi diprakarsai oleh dekan Fakultas Sains dan Teknologi Dr. Sri Harini bersama dan Dr Imam Tazi selaku tim pembuat alat KAVIi.
Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Abdul Haris, M. Ag. mengatakan, UIN Maliki sebagai kampus yang memiliki Fakultas Kedokteran dan Fakultas Sains dan Teknologi merasa tertantang untuk ikut andil dalam menangani pandemi Covid-19.  Para ahli, akademisi dan teknisi yang dimiliki UIN Maliki berkolaborasi menciptakan alat yang dinilai mampu menjawab persoalan masyarakat. KAVi berhasil dibuat tim dosen untuk mencegah berkembangnya virus Corona atau covid-19, khususnya di lingkungan UIN Maliki. "Alhamdulillah pada hari ini (kemarin, red) UIN Maliki Malang telah berhasil membuat alat yang namanya KAVi yaitu kotak anti virus hasil karya para dosen," ujar Abdul Haris. 
Menurutnya, KAVi merupakan alat yang efektif bisa membunuh virus covid. Alat ini rencananya akan dipasang di masing-masing titik pintu masuk dan pintu keluar kampus. Untuk terbebas dari Covid-19 maka harus masuk bilik tersebut. Cukup dengan waktu 20 detik masuk kotak KAVi dan badan diputar secara merata maka virus Covid akan musnah.  
Siapapun yang mau masuk kampus UIN Maliki Malang, mulai dari rektor, dosen, karyawan dan mahasiswa atau pun masyarakat umum dalam kondisi bersih. 
Kasubag Humas UIN Malang, M. Fatkhul Ulum, S.Pd.I mengatakan, alat tersebut telah sukses melalui uji coba. Rencananya akan dijadikan bahan untuk program pengabdian masyarakat dosen UIN Maliki. "Alat ini tidak untuk diperjual belikan. Tapi nanti akan kami tawarkan kepada masyarakat sekitar kampus untuk kami berikan pelatihan cara membuatnya," ujarnya kepada Malang Post. 
Ulum mengimbau kepada masyarakat yang bekenan untuk mengajukan diri dengan mengirim surat ke LPPM UIN Maliki. Tim dosen akan memberikan pendampingan selama proses pembuatan. "Bisa juga dikoordinir oleh RT atau masjid-masjid akan kami tawarkan alat tersebut, sehingga warga yang hendak melakukan salat berjamaah tidak khawatir terpapar virus," terangnya. 
Ia menegaskan, terciptanya alat KAVi merupakan sumbangsih UIN Malang Malang kepada Kota Malang dan bangsa Indonesia. Di tengah kondisi yang makin mencekam diharapkan masyarakat tidak semakin panik dengan hadir karya dosen UIN Maliki ini. 
KAVi dirancang menyerupai room screening.  Nama KAVi sendiri secara etimologis merupakan subjek dari kata kafa (bahasa Arab) yang artinya sesuatu yang mencukupi atau memenuhi. Diharapkan terciptanya KAVi cukup untuk membasmi virus. 
Dari sisi kata kerja yang lain, kafa artinya sesuatu yang menolak. Sehingga dimaksudkan agar KAVi menjadi alat penolak virus. "Ini kajian simantiknya. Biar keren dibakukan tulisannya menjadi KAVi, dengan huruf K artinya Kabut, A artinya anti, dan Vi artinya Virus," paparnya. (imm/aim)

Editor : muhaimin
Penulis : imam

  Berita Lainnya





Loading...