Denda Bisa Tembus Rp 1 Miliar | Malang POST

Sabtu, 29 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Denda Bisa Tembus Rp 1 Miliar

Senin, 16 Des 2019,

MALANG – Arema FC harus siap-siap kembali menerima denda. Bahkan, ancaman denda bisa menembus Rp 200 juta, imbas penyalaaan flare dan kembang api, yang terjadi dalam pertandingan melawan Bali United, Senin (16/12) sore . Denda tersebut pun bisa membuat Arema mencatat angka yang fantastis di musim ini bila harus membayar sampai Rp 1 miliar.
Sebelum laga melawan Bali United, tim Singo Edan sudah mendapatkan denda mencapai Rp 820 juta. Denda itu dihasilkan karena penyalaan flare, kembang api, aksi pelemparan hingga suporter memasuki area terlarang.
Denda bakal terus naik, ketika pelanggaran terjadi berulang. Apalagi, di laga home sebelumnya kala menjamu Persija, sanksi denda sudah mencapai Rp 150 juta. Sehingga, kini Arema patut harap-harap cemas menanti sanksi denda. Setelah dalam laga melawan Bali United, terjadi penyalaan flare di beberapa titik, hingga pelemparan ke arah lapangan dan menyebabkan laga ditunda sekitar empat menit.
“Pertama kami terima kasih karena suporter sudah berikan kontribusi mendukung Arema sampai laga selesai. Tetapi, tentu kami prihatin karena kejadian tadi,” ungkap Ketua Panpel Arema, Abdul Haris.

   Baca juga :

Arema Diremehkan Bali United

Persija v Persebaya, Berharap SUGBK Dipenuhi Jackmania


Kejadian yang dia maksudkan yakni penyalaan flare dan sejenisnya, serta diperparah dengan dilemparkan ke lapangan yang mengganggu jalannya pertandingan. “Kami paham kekecewaan mereka, setelah tim kalah dari laga away,” ujar dia.
Hanya saja, ia berharap nantinya di musim 2020, hal tersebut tak akan terjadi lagi. Menurut dia, bakal dicarikan solusi agar tidak terulang dan bisa membuat tim harus menanggung denda.
“Kedepannya kami ingin semua bisa omong-omongan untuk memecahkan masalah. Semoga bisa tersambung komunikasi, apa masalahnya dan mengatasinya,” tambah dia.
Sementara itu, dia meminta maaf karena Panpel kali ini kebobolan. Sebab, banyaknya flare yang menyala di tribun menunjukkan kelalaian petugas dalam mengantisipasi masuknya benda-benda tersebut.
“Memang ada kelalaian. Mungkin saat injury time, atau pergantian babak. Mungkin petugas portier khususnya kecolongan. Kami mohon maaf,” terangnya. (ley/jon)

Editor : Parijhon
Penulis : Stenly

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet

Loading...