Dalam Kondisi Apapun Pegang Teguh Sunnah Nabi | Malang POST

Senin, 24 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Dalam Kondisi Apapun Pegang Teguh Sunnah Nabi

Jumat, 07 Feb 2020,

MALANG - Perkembangan zaman memberikan pengaruh besar terhadap perubahan sikap dan cara berpikir manusia. Tak lepas dari itu,  kemajuan diberbagai bidang ilmu dan teknologi juga berimbas pada peradaban yang kian modern. Apabila kemajuan ini tidak diimbangi kekuatan dari sisi sosial dan spiritual, bukan malah baik jadinya.
Seperti yang terjadi saat ini, rasanya kemajuan tidak memberikan imbas yang banyak pada peningkatan sikap manusia. Malah justru berarah pada penurunan. Masyarakat mengalami dekadensi moral yang kian memprihatinkan.
Tidak jarang media massa maupun media sosial yang setiap saat memberitakan kasus-kasus yang berkaitan dengan ambruknya moral masyarakat. Baik itu kasus kekerasan, pencurian, pemerkosaan, dan lain sebagainya. Hingga untuk menjadi pribadi yang baik di zaman ini, atau mungkin di zaman yang akan datang, sangat sulit. Efek negatif yang dimunculkan oleh pergaulan dan teknologi tak mampu diimbangi oleh kekuatan pendidikan oleh para guru.
Hal tersebut telah diprediksi oleh Rasulullah Nabi Muhammad SAW. Kesulitan mempertahankan iman dan Islam di masa kini hingga yang akan datang sudah diperkirakan oleh Rasulullah.
Hingga bagi siapa yang mampu hidup di jalan Allah dengan istiqamah pahalanya sangat besar. Seperti yang disampaikan Rasulullah dalam sabdanya; "Barang siapa yang berpegang teguh sunnahku saat kondisi ummat rusak maka pahalanya seperti syahid," demikian hadits sahih menyatakan.
Hadits riwayat Imam Thabrani tersebut, disampaikan oleh Ketua PWNU Jawa Timur KH. Drs Marzuki Mustamar, M.Ag saat mengisi pengajian di Masjid Sabilillah, (5/2). Kiai Marzuki menjelaskan, hadits tersebut menggambarkan bahwa hidup di tengah kondisi seperti saat ini butuh pegangan yang kuat, yakni iman kepada Allah dan Rasulullah.
Tentu saja iman yang dibuktikan dengan sikap nyata dalam berpegang teguh pada ajaran Alquran dan Sunnah Nabi. "Misalnya kerja di suatu kantor atau perusahaan, yang disitu banyak sekali perbuatan korupsi, tapi kita tetap teguh untuk tidak korupsi itu pahalanya besar, seperti pahala syahid di jalan Allah," terangnya.
Pahala syahid adalah pahala yang besar di sisi Allah. Mereka yang rela mengorbankan jiwa raganya di jalan Allah atau mati syahid tentu saja memiliki iman yang kuat. "Nah, pahala bagi orang yang istiqamah dengan sunnah di tengah rusaknya ummat, pahalanya sama dengan itu (syahid)," imbuhnya.
Oleh karena itu, lanjut Kiai Marzuki, perlu upaya agar mampu berpegang teguh pada syariat melalui tuntutan Alquran dan Sunnah. Diantaranya, dengan membiasakan diri berbuat amal kebajikan dan berusaha sekuat tenaga menjalankan sunnah nabi dalam kondisi apapun. Dimulai dari perkara yang ringan, seperti dzikir, salawat nabi dan rajin membaca Alquran.
Dalam kesempatan tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek Karangbesuki, Kecamatan Sukun Kota Malang ini menambahkan, penjelasan tentang satu hadits nabi. Yaitu berkaitan dengan kecintaan seseorang pada orang lain. "Almar'u ma'a man ahabba," ucapnya, membacakan hadits nabi. "Artinya, seseorang pada hari kiamat nanti bersama orang yang dicintai," sambungnya.
Hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim tersebut menjelaskan, orang yang suka bergaul dengan para pencuri, kelak akan dikumpulkan bersama para pencuri. Demikian juga kalau suka atau cinta pada ulama akan dikumpulkan dengan para ulama saat hari kiamat. "Tentu yang kita inginkan bisa berkumpul dengan Rasulullah dan para ulama ahlussunnah wal jamaah. Maka jangan sampai mengorbankan akidah dengan mengikuti ulama di luar ahlussunnah," terang Kiai Marzuki. (imm/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : Imam Wahyudi

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...