Malang Post - Cegah Bullying dengan Nilai Kasih Antarsesama

Sabtu, 04 April 2020

  Mengikuti :


Cegah Bullying dengan Nilai Kasih Antarsesama

Jumat, 14 Feb 2020

MALANG - Hari Jumat (14/2) , bertepatan dengan Hari Valentine atau dikenal dengan Hari Kasih Sayang. Dalam  rangka menjelaskan makna yang sebenarnya  hari kasih sayang tersebut, SMPK Santa Maria 1 memberikan hadiah istimewa kepada anak didiknya, berupa tambahan ilmu yang dikemas dalam satu seminar pendidikan karakter.
Seminar digelar di aula sekolah dan dibina langsung seorang Romo dari Keuskupan Malang. Dalam kesempatan itu para siswa mendapat paparan materi tentang bahaya bullying. Materi ini dinilai sangat penting, mengingat beberapa hari terakhir bullying menjadi fenomena yang menghebohkan dunia pendidikan.
"Kami merasa perlu memberikan materi ini kepada anak-anak supaya mereka mengerti," ujar Kepala SMPK Santa Maria 1, Sr. M. Fortunata, SPM., M.Hum., kepada Malang Post.   
Selanjutnya, ia mengatakan melalui materi yang disampaikan dalam seminar, karakter siswa sekolah di Jalan Puteran ini semakin berkembang dengan tidak mejadi pelaku bullying. Dan perayaan hari valentin ini dimaknai dengan nilai kasih antarsesama utamanya yang ada di lingkungan sekolah.
“Karena bagaimana pun membangun kasih dengan sikap hormat dan menghargai orang lain perlu penyadaran. Semoga momentum ini juga menjadi refleksi bagi anak-anak dari apa yang mereka alami dan mereka perbuat,” ungkapnya.
Seminar pendidikan karakter SMPK Santa Maria 1 mengangkat tema Non Violentia Sed Caritas. Diangkat dari bahasa latin dengan arti tidak ada perbuatan keji atau kekerasan melainkan perbuatan kasih.
Waka Kesiswaan SMPK Santa Maria 1 Simon Petrus, S.Ag menjelaskan, makna kasih yang dimaksud bersifat universal. Baik dalam tutur kata maupun tindakan yang menjadi kegembiraan bagi orang lain. “Kasih itu  bersumber dari Yesus sebagai teladan yang kita imani, dengan makna universal dan disertai dengan perbuatan nyata,” jelasnya.
Adapun materi seminar sendiri menitik beratakan pada pengertian bullying, penyebab dan cara menghindarinya. Banyak ilmu yang didapat oleh siswa, antara lain tentang macam-macam bullying, yang secara mendasar dibagi menjadi tiga kategori, fisik, verbal dan mental.
Bullying fisik meliputi tindakan, seperti manampar, meludahi, memalak, melempar dengan barang, dan lain-lain. Adapun bullying verbal terdeteksi karena tertangkap oleh indera pendengar, seperti memaki, menghina, menjuluki, meneriaki, memalukan di depan  umum, menuduh, menyebar gosip, dan menyebar fitnah.
Sedangkan bullying mental dianggap jenis bullying paling berbahaya. Karena bullying bentuk ini langsung menyerang mental atau psikologis korban. Seperti memandang sinis, meneror lewat pesan atau SMS, mempermalukan dan mencibir.
Oleh karena itu, Petrus menghimbau kepada siswa yang mengalami bullying agar membangun komunikasi dengan guru yang dipercaya. Bukan dengan cara membalas bully karena hal tersebut tidak dapat menyelesaikan masalah, tapi malah terus membuat masalah bergulir dan tidak mendapatkan solusi. "Manfaatkan komunikasi dengan guru. Ungkapkan dengan baik untuk mendapat solusi. Termasuk menggunakan media sosial dengan cara positif dan membangun,” terangnya.
Selain seminar kegiatan ini juga dimeriahkan dengan selebrasi siswa. Berupa permainan, seni musik dan tari. Kegiatan ditutup dengan tukar kado antar siswa dan masing-masing mereka mendapat hadih cokelat dari guru. (imm/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Imam Wahyudi

  Berita Lainnya





Loading...