Berwawasan Global Dengan Semangat To Be Number One | Malang Post

Sabtu, 18 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 16 Des 2019

MALANG – Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) Malang menggelar acara wisuda tahun pelajaran 2018-2019, Selasa (17/12) hari ini. Hingga saat ini, STIBA telah melahirkan ribuan alumni dari berbagai penjuru Tanah Air. Mereka telah berkarya dan memberikan sumbangsih yang positif terhadap bangsa ini.
Ketua STIBA Malang, Dr. Zainul Mujahid, M.Hum mengatakan, para lulusan diharapkan memiliki future oriented. Yakni berwawasan dan berorientasi masa depan di era kompetisi global yang penuh persaingan di segala bidang. Maka untuk menghadapi situasi yang tidak mudah tersebut, para lulusan dihimbau agar terus berupaya meningkatkan kompetensi diri mereka. “Jangan merasa sudah cukup dengan apa yang sudah didapatkan, tetapi harus menambah pengetahuan sehingga sensitif terhadap perubahan di lingkungannya dan mampu berkompetisi di kancah nasional dan internasional,” ujarnya.
STIBA Malang telah menanamkan jiwa future oriented tersebut dengan cara memberikan motivasi kepada mahasiswa baik dalam forum resmi maupun tidak resmi. Forum resmi dibentuk, seperti kegiatan kuliah di kelas maupun dalam bentuk seminar. Sedangkan yang tidak resmi berupa diskusi santai yang sering dilakukan oleh dosen dan mahasiswa.
Zainul menambahkan, lulusan STIBA Malang diharapkan juga memiliki pemahaman terhadap kompleksitas global. Kemampuan Bahasa Asing yang dimiliki menjadi bekal sebagai means of communication yang ditunjang dengan keterampilan lain.
Dan yang paling penting, lanjut dia, lulusan STIBA Malang harus mempunyai kepercayaan diri yang kuat. Sebab, kata dia, seseorang yang tidak punya kepercayaan diri sulit untuk maju. Kesuksesan sangat bergantung pada rasa percaya diri untuk mencapai apa yang diharapkan. “Strong believe atau confidence yang tinggi menjadi modal penting untuk sukses. Banyak orang kemampuannya hanya 50 persen, tetapi karena kepercayaan dirinya tinggi mereka sukses,” tegasnya.
Zainul menegaskan, agar lulusan STIBA Malang harus berusaha keras untuk menjadi nomor satu dalam segala hal. Tekad menjadi yang terbaik merupakan gambaran dari jiwa yang penuh semangat dan percaya diri. “Yang perlu ditekankan adalah semangat untuk To Be Number One. Perkara nanti berada di nomor dua, tidak masalah. Yang penting percaya diri lebih dulu untuk menjadi yang terbaik,” tegasnya.
Wakil Ketua STIBA Malang, Dr. Joni Susanto, M. Pd., juga menghimbau agar para lulusan tidak membuang-buang waktu. Mereka harus segara mengambil langkah berikutnya setelah wisuda. Semua peluang harus dicoba dan tidak bergantung pada satu bidang saja. “Karena mereka sudah dibekali dengan cukup ilmu selama di STIBA. Mereka harus segera mencari kerja dengan bersabar dan bersungguh-sungguh. Kalau terlalu lama diam, maka akan tertinggal dengan kompetitor yang lain, sebab persaingan saat ini sangat ketat,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar para lulusan menjadi alumni yang baik. Dengan besikap dan berkarya yang baik di tengah masyarakat. “Kami tidak membutuhkan apa-apa, tetapi bersuara yang baik saja untuk kampus ini. Karena mereka dibesarkan oleh kampus ini,” imbuhnya.
Sementara itu, lulusan terbaik STIBA tahun ini, Norika Ramadani Masuhara, merasa bangga pernah mengenyam pendidikan selama empat tahun di STIBA. Selain keahlian dan kemampuan bahasa asing, mahasiswi Sastra Inggris ini mengaku juga mendapat bekal life skill yang sangat bermanfaat untuk kepentingan karirnya di dunia kerja.
Menurutnya, kemampuan berbahasa asing khususnya bahasa Inggris sudah seharusnya dimiliki oleh setiap orang. Terlebih memasuki era global revolusi industri 4.0, yang menuntut semua orang untuk terampil dan berpikir maju. "Saya ini sebenarnya sudah S1 Psikologi di salah satu kampus negeri yang ada di Malang, tapi saya sadar bahasa Inggris sangat penting untuk dikuasai, makanya saya pilih STIBA untuk kuliah lagi," ujarnya.
Putri pasangan dari Kiyoshi Masuhara dan Hamidah ini berharap, STIBA terus berusaha melebarkan sayap dalam meningkatkan eksistensinya sebagai kampus pilihan di kancah nasional bahkan internasional.  Lulusan dengan IPK 3,97 ini yakin prestasi kampus yang dicintainya tersebut akan terus meningkat dengan kualitas SDM yang lebih baik. "Starting pointnya tentu dengan memiliki SDM yang berkualitas, ditambah dengan sarana dan sistem layanan pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa," ujar gadis kelahiran Banjarmasin ini. (imm/sir/udi)

Editor : Mahmudi
Penulis : Imam






LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...