Malang Post - Bertahan Cuma Dua Tahun

Senin, 30 Maret 2020

  Mengikuti :


Bertahan Cuma Dua Tahun

Sabtu, 29 Feb 2020

MALANG - Baru dua tahun berumah tangga, Amel, 28 warga Kelurahan Ciptomulyo, Kota Malang harus menyerah. Sebab, ia sudah tak tahan lagi dengan tingkah mertuanya. Bagaimana tidak, orangtua Ronald, warga Bareng, itu tak berhenti menuntut kemewahan dari pasangan penganten baru ini.
"Orangtua saya ini materealistis. Segalanya diukur berdasarkan harta. Dia menganggap suami saya kerja enak dan kami hidup mewah, padahal enggak juga," jelas Amel.


Setelah menikah, watak ibunda Ronald kelihatan aslinya. Setiap bulan, ia selalu meminjam uang. Selalu ada saja alasannya. Mulai dari meminjam uang untuk kebutuhan sekolah adik Ronald, hingga menuruti gaya hidup sang mertua. Padahal, sang mertua juga memiliki pekerjaan, yakni sorang guru.
"Beliau selalu minta uang. Kalau kita lagi nggak ada (uang), nggak mau ngerti. Selalu marah-marah," kata dia.


Suatu ketika, Amel dan Ronald mengontrak sebuah rumah. Mengetahui hal tersebut, mertuanya datang dan langsung memaksa Amel untuk kredit sepaket kursi tamu, kasur, meja kerja dan keperluan dapur. Awalnya, Amel enggan menuruti. Sebab, Amel ingin menabung pelan-pelan untuk mengisi rumahnya. "Mau nggak mau akhirnya saya turuti. Sebab, beliau memaksa," kata dia.


Karena mertuanya memaksa dan berjanji akan membantu Amel dalam melakukan pembayaran, ia akhirnya menuruti hal tersebut. Sekitar tiga bulan pertama, setoran dari sang mertua lancar. "Selebihnya, setorannya macet. Akhirnya tetap saya yang harus pontang-panting melunasi segala kebutuhannya," papar dia.
Belum selesai soal pembayaran kredit dan rumah kontrakan, ternyata Amel diketahui hamil. Ketika menjalani trimester pertama, Amel sering mual dan lemas. Dalam kondisinya yang seperti itu, sang mertua malah meminta Amel untuk membeli satu unit mobil mewah dengan cara kredit.


Sejak saat itulah, Amel merasa muak. Ketika ia mencurahkan segala unek-unek kepada suaminya, sang suami malah membela ibunya. Bahkan, pria yang sehari-hari hanya bisa bermalas-malasan itu menilai Amel tidak becus mengatur keuangan.
"Saya disalahkan suami. Saya dibilang nggak bisa atur uang. Dia menganggap semua omongan ibunya ini benar," ujar dia sedih.(tea/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Amanda Egatya

  Berita Lainnya





Loading...