Malang Post - Bayar BPJS dan Pajak Cukup Pakai Sampah

Selasa, 31 Maret 2020

  Mengikuti :


Bayar BPJS dan Pajak Cukup Pakai Sampah

Kamis, 20 Feb 2020

BATU - Pemkot Batu bakal melaunching Pembayaran BPJS dan Pajak Kendaraan dengan Sampah. Launching pembayaran ini bersamaan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2020 di Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu, Minggu (23/2) nanti.


Hal itu disampakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Arief As Siddiq. Dia memberikan keterangan bersama tim Among Tani Foundation (ATF) dan Kelurahan Songgokerto di Kantor ATF, Rabu (19/2) .
"Pada puncak HPSN Minggu (23/2) nanti, kami launching inovasi pembayaran BPJS Kesehatan dan pembayaran Pajak Kendaraan dengan sampah," ujar Arif kepada Malang Post.
Ia menerangkan inovasi itu bakal dilakukan dengan pendatanganan MoU dengan BPJS Kesehatan dan Polres Batu. Sebelumnya, DLH sukses melakukan inovasi serupa dengan pembayaran PBB menggunakan sampah.
"Inovasi yang kami lakukan merupakan eduksi kepada masyarakat bahwa sampah memiliki nilai ekonomis. Selain sebagai langkah awal untuk menanggulangi sampah di Kota Batu agar masyarakat terbiasa memilah sampah," bebernya.


Selain launching inovasi, pihaknya menggelar jalan sehat berhadiah satu unit mobil Ayla dan hadiah menarik lainnya. Ada juga edukasi sampah yang meliputi sosialisasi penerapan Perda nomor 2 tahun 2014 tentang pengelolaan sampah.
Lomba makan apel memakai baju putih terbanyak untuk memecahkan rekor MURI setelah gerak jalan sehat. Serta lomba fashion show daur ulang sampah, dan lomba melukis untuk siswa SD pada Sabtu (22/2).
"Dalam rangkaian kegiatan HPSN 2020 ini kami mengangkat tema 'Songgoriti Goes To Clean'. Sesuai tema kegiatan ini merupakan momentum yang tepat untuk mengajak dan mengedukasi masyarakat mengampanyekan peduli sampah, khususnya warga Songgoriti dan Kota Batu," terang Arief.


Pada kegiatan ini ditargetkan ada 20 ribu warga Kota Batu berpartisipasi. Banyaknya warga berpartisipasi, merupakan waktu  tepat untuk menyampaikan edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat tak lagi menggunakan kantong plastik sekali pakai. Plastik digantikan penggunaan kantong atau wadah yang ramah lingkungan dan kemudian memperbanyak bank sampah.
"Kami berharap dengan rangkaian kegiatan ini bisa mengeduksi masyarakat. Terutama pengelolaan sampah yang tepat yang diimbangi dengan edukasi dan gerakan kongkrit menjaga lingkungan," imbuhnya.


Sementara itu Lurah Songgokerto, Dian Saraswati  mengapresiasi acara tersebut. Dia berharap masyarakat Songgokerto bisa aktif berpartisipasi. Selain itu juga untuk mengangkat pariwisata Songgoriti akan kembali pada kejayaannya.
"Kami harap acara yang akan melibatkan ribuan masyarakat bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan pariwisata Songgoriti ke luar. Selain mengedukasi kepedulian masyarakat Songgoriti agar menjaga lingkungan," ungkapnya.


Humas ATF, Ali Akbar menerangkan, sejauh ini panitia menargetkan 20 ribu peserta ikut berpartisipasi. "Terpenting bukan hadiah yang menarik, tapi bagaimana kegiatan ini menumbuhkan semangat peduli lingkungan dalam pengelolaan sampah," imbuhnya.
Ia memaparkan untuk gerak jalan, peserta berjalan sepanjang 4,8 kilometer. Gerak jalan ini juga melibatkan veteran dan disabilitas dengan rute khusus.


Peserta bisa membeli tiket dengan harga Rp 7.500 bagi masyarakat umum, Rp 5.500 ribu bagi pelajar dan gratis untuk veteran dan kaum disabilitas. Tiket bisa dibeli di Kantor ATF, Jalan Hasanuddin, Balaikota Among Tani dan Alun-Alun. (eri/feb)

Editor : Febri Setyawan
Penulis : Kerisdiyanto

  Berita Lainnya





Loading...