Batik Varian Batik Kontemporer | Malang POST

Minggu, 23 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Batik Varian Batik Kontemporer

Sabtu, 11 Jan 2020,

MALANG - Motif batik dengan teknik pembuatan asal Jepang memberikan varian batik kontemporer. Adalah Hamparanrintik yang dirintis Fikrah Ryanda Syahputra membuat pecinta batik punya banyak pilihan.
Pria yang akrab disapa Fikrah ini membuat batik dengan teknik Arashi Shibori. Ini merupakan teknik pewarnaan kain dengan cara mengikat kain pada media tongkat atau botol untuk mendapatkan motif ombak.
 “Arashi sendiri berarti ombak atau gelombang. Jadi tujuan diikat di media itu adalah agar menghasilkan motif ombak,” sambung pria 25 tahun ini.
Bagian paling menarik pada pembuatan batik dengan teknik Arashi Shibori adalah penggunaan pewarna dengan bahan alami Indigofera. Kemudian dijelaskannya, proses pembuatan batik dengan teknik Arashi Shibori adalah pengikatan kain pada media tongkat atau botol.
“Jadi sebelum dicelupkan ke pewarna, kainnya diikat dulu ke tongkat atau botol. Sehingga nanti motif ombaknya bisa terlihat,” terangnya.

   Baca juga : Angklung Manjakan Tamu Hotel Tugu


Ciri khas utama dari batik yang dihasilkan oleh Hamparanrintik adalah menggunakan pewarna alami. Sehingga warna-warna yang dihasilkan merupakan warna-warna alami. Seperti coklat, kuning, hijau, sampai dengan biru.
Selain itu, Hamparanrintik juga berupaya untuk menjadi pelopor industri kreatif dengan efisiensi limbah. Baik itu dari sisa proses pewarnaan, sampai dengan proses cutting kain menjadi sebuah pakaian yang modis dan kekinian.
“Kita tidak pernah membuang kain terlalu banyak, sehingga kita tidak memanfaatkan perca tetapi mencegah percanya sebelum itu ada. Dalam membuat sebuah produk kita pikirkan matang-matang,” terangnya.
Melalui upayanya dalam mengenalkan teknik tersebut dengan menggunakan pewarna alami dan efisiensi limbah, Hamparanrintik meraih apresiasi. Yakni menjadi  pemenang Ciptanyata Tema Fashion Fase 1.
Ciptanyata merupakan program sosial untuk membantu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan total hadiah mencapai puluhan juta rupiah. Kegiatan ini digelar salah seorang staf khusus Presiden yang juga owner startup Ruang Guru, Adamas Belva Syah Devara.
Sementara itu produk yang dihasilkan Hamparanrintik sangat beragam. Mulai dari pakaian  seperti blouse sampai rok dengan cutting unik. Hingga beragam produk lainnya seperti selendang dan taplak meja.
Menariknya, Fikrah menyebut bahwa Hamparanrintik masih masuk pada golongan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan modal nekat. Bagaimana tidak, pemuda yang sempat menempuh studi di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini mengupayakan usahanya dengan modal seminim mungkin.
“Ini semua prosesnya panjang, dan saya tidak mempunyai  latar belakang desainer, modal juga terbatas jadi saya tidak mungkin membayar orang.  Akhirnya saya menjalin banyak mitra dengan para pengrajin,” pungkasnya.(asa/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Inasa All Islamiya

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...