Bangau Keberuntungan Menetas di Kota Batu | Malang Post

Senin, 09 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 30 Nov 2019, dibaca : 1548 , Bagus, Kerisdiyanto

BATU - Wisata edukasi Eco Green Park yang ada di kawasan Jatim Park 2 Kota Batu berhasilnya menetaskan burung Bangau Polandia. Di Eropa, bangau itu memiliki nama White Strok atau Ciconia-Ciconia. Ia adalah unggas yang menjadi simbol keberuntungan di masyarakat benua Eropa, khususnya di Polandia.
Unggas itu kemudian diberni nama Katjek. Ia sebenarnya menetas pada tanggal 21 Agustus  2019. Sampai saat ini masih berada di Lembaga Konservasi Eco Green Park. Menetasnya bangau putih tersebut merupakan yang kali kedua di luar habitat aslinya. Sebelumnya Eco Green Park juga pernah menetaskan Bangau Polandia itu pada 12 Oktober 2017.
"Ini adalah kabar baik dan sebuah kebanggaan. Mengingat keluarga bangau ini menetaskan anaknya dan menambah koleksi wisata edukasi ini, total ada tujuh bangau," urai kepala dokter Eco Green Park, drh. Nani Yuliati kepada Malang Post.

Baca Juga :

Tak Hanya Guru, Dosen Juga Jadi Peserta

Festival Kuliner, Langsung Diserbu Pengunjung

8th Anniversary of Lippo Plaza Batu, Gilang Dirga Kocok Perut Pengunjung


Lebih lanjut, anak bangau yang merupakan simbol keberuntungan ini diberi nama Katjeck. Bangau dengan bulu dominan putih dan hitam di sayapnya ini menetas masih dierami oleh induknya . Ia menerangkan lebih lanjut, Katjeck memiliki arti 'nduk' atau 'le' dalam bahasa Jawa. Menurut sang dokter, tidak mudah pengembangbiakkan. Karena ia adalah satwa dari empat musim yang kini hidup di dua musim.
"Harus ada perawatan khusus. Mulai dari nutrisi, suplemen pendukung vitamin, habibat harus mirip aslinya dan keeper yang siaga serta pengelolaan manajemen konservasi yang terpadu,” urainya.
Agar nyaman, bangau itu mendapat fasilitas kandang yang seperti aslinya. Lantai tanah berumput, pohon pelindung, tanaman semak perdu, material bersarang dari kayu dan ranting kecil. Serta yang terpenting adanya kolam air berisi ikan sebagai makanan.
Dari tujuh bangau asal Polandia tersebut, setiap harinya mampu menghabiskan sekitar 3 Kg ikan sebagai santapan. Sedangkan Katjeck sendiri saat ini masih berada di sarangnya dan dijaga sang induk. Pasalnya baru 60 hari ke depan Katjeck baru bisa bergerak bebas seperti induknya.
"Sampai 60 hari ke depan Ketjeck masih dijaga dan disuapi induknya. Kami juga akan mengawasi setiap waktu karena bangau kecil ini ada di kandang terbuka dan rawan dimangsa predator seperti musang yang bisa masuk ke kandangnya," paparnya.
Sementara itu, Beata Stoczy?ska selaku Duta Besar Polandia mengaku sangat bangga Lembaga Konservasi Eco Green Park. Pasalnya mampu menetaskan unggas khas negara asalnya. Mengingat white stork memiliki karakter yang mudah stress dan mengganggu proses berkembang biaknya.
"Di sini ternyata bisa membuktikan bahwa white stork dirawat dengan rasa nyaman. Artinya penataan habitat di Eco Green Park menyerupai habitat aslinya. Saya sangat berterima kasih," tandasnya.
Untuk wisata edukasi Eco Green Park saat ini memiliki sekitar 1.200 ekor dari berbagai jenis unggas yang berasal dari semua benua. Mulai Asia, Afrika, Eropa, hingga Amerika.
Perlu diketahui, dari ribuan unggas yang ada di lembaga konservasi Eco Green Park, Kota Batu telah banyak unggas yang berhasil dikembangbiakan. Mulai dari Nandu sejenis burung onta dari Amerika, burung onta Afrika, burung Emo dari Australia, burung pemakan bangkai dari Afrika serta burung lokal seperti merak Jawa, kakak tua dan nuri.(eri/ary)



Minggu, 08 Des 2019

Kades Takut Kelola DD dan ADD

Loading...