Bamsoet Mundur Sebagai Caketum Partai Golkar | Malang POST

Sabtu, 22 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Bamsoet Mundur Sebagai Caketum Partai Golkar

Selasa, 03 Des 2019,

JAKARTA - Bambang Soesatyo (Bamsoet) mundur dari pencalonan ketua umum (Caketum)Partai Golkar setelah bertemu dengan sejumlah senior Golkar, salah satunya Luhut Binsar Pandjaitan. Bamsoet mengaku tak bisa melawan senior.
"Untuk jaga persatuan dan mendengarkan saran, pendapat, nasihat senior. Saya tidak bisa lawan nasihat senior saya," kata Bamsoet saat ditanya alasannya mundur di Kemenko Kemaritiman, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019) kemarin.
Dia berharap keputusannya ini dapat membuat Golkar makin maju dan tetap solid. Keputusan ini disampaikan Bamsoet bersama caketum inkumben, Airlangga Hartarto, serta Luhut dan Aburizal Bakrie (Ical). "Inilah cara Partai Golkar selesaikan masalah. Ketika senior kumpul dan sampaikan saran, pendapat, kami yang muda akan patuh. Inilah cara Golkar menyelesaikan masalah setajam apapun," ucap Ketua MPR ini.
Dalam kesempatan yang sama, Airlangga menegaskan tidak ada lagi kubu-kubu di Golkar. Dia memastikan semuanya bergabung.
"Sekarang kita bilang Golkar satu, tidak ada kubu. Semua bergabung keluarga besar Golongan Karya," ucap Airlangga.
Munas Golkar sendiri akan dibuka malam ini. Presiden Joko Widodo (Jokowi) direncanakan hadir.
Wakil Ketua Dewan Pembina Golkar, Theo L Sambuaga, menghargai keputusan Bamsoet untuk memperkuat solidaritas Golkar.
"Itulah yang saya kira, berarti suatu kebesaran jiwa dari Bambang Soesatyo yang kita hargai, berarti saudara Bambang mengutamakan kiprah dan kebangkitan Golkar mengutamakan persatuan dan kesatuan," kata Theo kepada wartawan di hotel Ambhara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (3/12/2019). Theo menghargai keputusan Bamsoet lebih mementingkan sesuatu yang lebih besar daripada kepentingan golongan. Menurutnya, mundurnya Bamsoet justru akan memperkuat Golkar.
"Kita hargai Mas Bambang lebih mementingkan kepentingan yang lebih besar dari yang lebih kecil golongan. Mas Bambang melihat justru mundurnya Mas Bambang memperlancar dan memperkuat solidaritas Golkar, memperkuat perjuangan Golkar ke depan dalam mengabdi pada bangsa dan negara," ujarnya. Theo mengatakan dengan mundurnya Golkar maka bisa dikatakan Munas Golkar akan berakhir dengan aklamasi. Airlangga, menurutnya akan menang dalam munas X Golkar.

"Ya saya kalau saya secara pribadi dari semula meyakini bahwa Airlangga yang akan menang. Apalagi dengan Mas Bambang mundur, ini mudah. Kemungkinan besar kalau menurut saya, saingan yang lain-lain tidak ada yang dapat 30 persen, itu akan menjadi musyawarah mufakat dapat 30 persen ke atas dan itu akan menjadi aklamasi," ucap Theo. (dtc/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : dtc

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...