Malang Post - Asal Gergaji Masih Misteri

Rabu, 01 April 2020

  Mengikuti :


Asal Gergaji Masih Misteri

Selasa, 17 Des 2019

MALANG - Meski sudah berhasil menangkap keempat tahanan kabur, Polresta Malang Kota terus melakukan penyidikan. Saat ini, mereka tengah menelaah asal gergaji yang digunakan para tahanan untuk memotong teralis besi. Sebab, keterangan masing-masing tersangka terkait gergaji tersebut berbeda-beda.
Hal tersebut diungkapkan keempat tersangka ketika ditanya oleh Kapolresta Malang Kota AKBP Leonardus Simarmata dalam rilis tang digelar, Senin (16/12).  Dalang tahanan kabur, Sokip Yulianto mengaku mencuri gergaji tersebut dari tukang yang melakukan perbaikan.
“Ketika saya masuk sini (tahanan), sekitar pertengahan bulan November, teman-teman di blok berencana untuk kabur. Akhirnya saya ikut dan menemukan gergaji itu,” ujarnya.
Sokip melanjutkan, ia kemudian berinisiatif untuk menggergaji teralis tersebut dibantu oleh Bayu. Keinginan kabur tersebut kemudian diikuti oleh teman-temannya yang lain. “Saya nggak ngajak. Mereka ikut sendiri. Ketika saya kabur, ada sebagian teman lain yang tahu, tapi nggak ikut kabur,” ungkapnya.
Sokip mengaku menggergaji teralis tersebut selama kurang lebih dua minggu. “Sebagian ada yang tahu ketika saya menggergaji,” bebernya.
Pengakuan berbeda diungkapkan oleh Adrian Fairi. Menurut pengakuannya, gergaji tersebut didapat dari seorang pembesuk yang meletakkan gergaji tersebut di dalam roti. “Ada yang bilang begitu. Saya kurang tahu jelas darimana gergajinya,” katanya singkat.  Ketika mengetahui teman-temannya kabur, ia langsung mengikutinya. “Karena saya ingin hadir di pernikahan anak saya,” lanjutnya.
Sedangkan Nur Kholis memgaku tidak mengetahui darimana gergaji itu berasal. “Semua mas Sokip yang pegang alatnya. Saya ikut kabur karena pikiran saya tidak karuan. Saya kasihan dengan orang tua yang menjenguk saya terus, akhirnya saya kabur,” jelas dia.
Berdasarkan pengakuan masing-masing tahanan tersebut, pihak kepolisian akan melakukan pendalaman. “Keterangannya masihberbeda-beda, ya. Kita akan konfrontasikan keterangan keempatnya. Untuk memperjelas semuanya,” tandas Leo.
Diduga, lanjut Leo, mereka menggergaji teralis tahanan dengan memanfaatkan situasi ketika petugas sedang lengah. "Kami menahan mereka dengan sisi kemanusiaan, kami beri mereka ruang untuk mencari angin. Sepertinya saat itu yang dimanfaatkan. Mereka menggergaji juga butuh waktu lama," tandas Leo.(tea/lim)

Editor : halim
Penulis : amanda

  Berita Lainnya





Loading...