Asah Kemampuan Kejar Pengalaman | Malang Post

Sabtu, 18 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Rabu, 11 Des 2019

Marsya Bunga, perempuan kelahiran Malang 7 Januari 1999 ini sangat tertarik dalam bidang marketing. Dia tak segan mengasah kemampuan serta memperkuat pengalaman tentang dunia kerja. Bunga sapaan akrabnya mengaplikasikan ilmu tersebut dengan terjun sebagai marketing di salah satu kafe Kota Malang.
Tak hanya itu, sejak Oktober lalu ia didaulat menjadi brand ambassador di Eskopibos. Tugas yang harus Bunga jalani yakni mempromosikan kafe tersebut kepada pengikutnya di media sosial pribadinya. Ia kerap membagikan informasi menu-menu baru atau event yang digelar oleh kafe tempatnya bekerja.
“Kerjaan sebagai marketing dan brand ambassador sangat relevan dengan konsentrasi Pemasaran  yang saya ambil di perkuliahan,” ujar mahasiswi Fakultas Administrasi Bisnis (FIA) UB ini.
Kuliah dan kerja tak membuatnya puas diri, disela-sela waktu luangnya, alumni SMA Brawijaya Smart School ini masih menggeluti bidang lainnya. Antara lain model freelance, model MUA, dan model katalog baju.
Baginya model adalah bagian dari hidup yang sejak dulu Bunga minati. Bahkan sedari kecil ia  gemar fashion dan foto. Hingga lama-lama terbiasa di depan kamera tanpa ada sedikit pun rasa kaku atau kehabisan gaya. Tepatnya saat SMA itulah ia terjun di dunia modeling hingga sekarang ini.
“Sejak kecil saya sudah suka fashion dan foto-foto jadi memang passionnya di sini, beda halnya dengan menjadi marketing itu karena awalnya saya tipikal orang yang suka nongki ke kafe-kafe terutama di tempat saya,” jelasnya.
Kerap mengunjungi Eskopibos inilah Bunga lantas mendapatkan tawaran menjadi brand ambassador. Tanpa pikir panjang ia menyetujui tawaran tersebut dan berjalan menuju tiga bulan ini. Selain mendapatkan fee setiap bulannya ia juga tidak dibebani dengan jam kerja. Hanya minimal dua kali berkunjung ke kafe ini sekaligus mereview tempat dan menu baru.
Banyaknya aktivitas ini pada awalnya Bunga kewalahan mengatur jadwal lantaran prioritas utamanya adalah kuliah. Untuk menerima pekerjaan di modeling ia harus memastikan tanggal dan jam, ketika berbenturan dengan kuliah tak jarang ia meminta mengatur ulang.
“Biasanya kalau tabrakan sama jam kuliah saya minta dimundurin jam atau tanggalnya, kalau udah sepakat baru saya terima, sedangkan marketing dan brand ambassador ini untungnya tidak ada jam kerja hanya menyesuaikan waktu luang saja,” terang Bunga.
Menurutnya selagi muda maksimalkan waktu untuk mengerjakan hal-hal positif untuk pengembangan diri adalah sangat penting dilakukan. Ia yakin banyaknya pengalaman akan membuat seseorang memiliki wawasan luas. Serta mampu menghadapi berbagai tantangan yang ke depannya.
“Bahkan ada juga manfaat lainnya, misalnya dari modeling saya bisa dapat banyak banget relasi dunia entertain, kalau model MUA saya juga belajar teknik makeup yang dipakai oleh mereka,” tandas pecinta Drama Korea ini.(lin/ary)

Editor : Bagus
Penulis : Linda






LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...