Arema Putri Optimis ke Final | Malang Post

Kamis, 05 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Selasa, 03 Des 2019, dibaca : 378 , Parijon, Fino

MALANG - Arema Putri memasang misi balas dendam jelang laga lawan Persib Bandung Putri. Mulai Selasa, tim berjuluk Ongis Kodew sudah menjalani latihan untuk menghadapi Srikandi Maung Bandung, julukan Persib Putri. Manajer Arema Putri, Fuad Ardiansyah menegaskan misi revans ini, kini membakar spirit Sheva Imut dkk.
“Skuad Arema Putri tetap optimis bisa lolos ke babak final. Karena itu, kami sudah memulai latihan Selasa, menuju pertandingan leg kedua di Malang,” ujar Fuad kepada Malang Post, Selasa sore.
Menurut Fuad, misi revans ini tak lepas dari status tuan rumah leg kedua yang digelar di Stadion Gajayana. Dia meyakini, dukungan Aremania bisa memberi semangat tambahan bagi Serli Anggraini dkk untuk membalikkan keadaan dan lolos ke babak pamungkas Liga 1 Putri. Dengan krusialnya laga hari Sabtu 7 Desember 2019 mendatang, kehadiran Aremania, bisa mendongkrak mental bertanding Pradea Syawella Wati dkk.
“Laga lawan Persib Putri dihelat di Stadion Gajayana, kick off pukul 15.00 WIB. Kalau di Siliwangi suporternya bisa sampai 2000, kok saya sangat yakin suporter Arema Putri di Stadion Gajayana bisa lebih dari itu, dan saya yakin bisa membalikkan keadaan,” tandas pria yang juga pengusaha tersebut.
Fuad melanjutkan, kesiapan skuad asuhan Alief Syafrizal menghadapi tim asal tanah Pasundan, didukung pula oleh hasil evaluasi manajemen Arema Putri terhadap skuad. Dengan modal hasil evaluasi itu, tim pelatih menyusun strategi serta metode latihan yang pas bagi tim pujaan Aremania ini untuk mengalahkan Persib di Malang.
Pria asli Indragiri, Sanan, Blimbing itu merinci, ada beberapa evaluasi yang sudah dipaparkan oleh manajemen dan tim pelatih, serta solusi lewat pemantapan dalam latihan. “Pertama, jangan sampai membuat kesalahan sendiri, yang berpotensi membahayakan gawang,” tegas Fuad.
Kedua, Arema Putri harus mengubah perspektif sepakbolanya. Yaitu, mengubah gaya bermain asosiatif atau ball posession, menjadi permainan vertikal atau menusuk ke depan. Fuad menganggap permainan sepakbola penguasaan bola,  harus bermental cetak gol, tak sekadar mencegah tim lawan merebut bola.
“Percuma kalau menguasai bola terus, tapi tak segera mencetak gol. Anak-anak belajar dari kesalahan, dan sangat optimis karena ingin membuat sejarah masuk final,” tutup Fuad.(fin/jon)



Kamis, 05 Des 2019

Pantofel Turun Harga

Loading...