Malang Post - Aplikasi siPicow Deteksi Penyakit Sapi

Senin, 30 Maret 2020

  Mengikuti :


Aplikasi siPicow Deteksi Penyakit Sapi

Rabu, 19 Feb 2020

MALANG - Minimnya pengetahuan yang dimiliki para peternak menjadikan mereka kurang sigap dalam menangani penyakit yang sering diidap hewan ternak. Penanganan yang mereka lakukan pun dikatakan kurang tepat. Akibatnya kerugian yang bertahap dirasakan peternak, mulai dari borosnya penggunaan obat, biaya perawatan dan akomodasi yang tidak murah, serta terhentinya produksi dan penjualan.


Untuk mengatasi masalah itu, sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengembangkan perangkat lunak atau software bernama “siPicow”.  Merancang dan membangun sebuah aplikasi mobile sebagai media pendeteksi dan penanganan dini terhadap penyakit sapi dengan memanfaatkan sistem pakar. Yaitu pengetahuan yang diperoleh dari media dalam jaringan  dan beberapa pakar yang ahli di bidangnya.
“Jika kerugian tersebut tidak segera ditangani kemungkinan besar akan terjadi penyebaran penyakit yang tidak terkontrol. Sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemungkinan paling buruk yaitu kematian pada hewan sapi dan terjadinya kebangkrutan bagi peternak itu sendiri,” ucap salah satu penggagas aplikasi, Muhammad Nafi’ Maula Hakim.


Namun sebaliknya, sambung Nafi’, jika peternak mampu menguasai medan dan situasi, maka peternak dengan sigapnya mampu mengatasi permasalahan tersebut tanpa perlu ragu dan khawatir akan resiko yang dihadapinya. “Oleh karena itu, perlunya dilakukan pengembangan perangkat lunak yang bisa digunakan sebagai referensi oleh peternak sekaligus menjadi media informasi dan pendampingan melalui sistem pakar dalam bentuk aplikasi “siPicow” yang ringan dan mudah digunakan,” ungkapnya.


Berdasarkan hasil penggalian data melalui beberapa tahapan yang sebelumnya sudah dilakukan, terdapat beberapa fitur yang bermanfaat bagi peternak sapi. Antara lain nama penyakit-penyakit yang sering diderita oleh hewan sapi, ciri-ciri penyakit, penyebab penyakit, gejala penyakit, penanganan dini terhadap penyakit, metode-metode penanganan yang baik dan benar, sketsa kandang dan lingkungan yang baik bagi hewan sapi.
“Referensi yang kami gunakan antara lain adalah jurnal ilmiah, media daring, serta beberapa sumber yang kredibel dari internet. Tidak hanya itu kami juga melakukan tanya jawab kepada beberapa orang yang memang ahli di bidang peternakan melalui fitur media chating,” terang mahasiswa program studi teknik informatika ini. (imm/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Imam Wahyudi

  Berita Lainnya





Loading...