Alun-Alun Mall Kembali ke Pemkot Malang | Malang POST

Sabtu, 29 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Alun-Alun Mall Kembali ke Pemkot Malang

Selasa, 17 Des 2019,

MALANG - Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT. Sadean Intra Mitra Corporation (SIMC) dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berakhir sejak 4 November 2019 lalu. Aset Alun-Alun Mall (AAM) sempat mengalami kekosongan hukum, namun, per Senin (16/12), diketahui AAM sudah resmi kembali ke Pemkot Malang.
Hal itu dijelaskan Sekretaris Komisi B DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi. Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil sidak, hearing dan diskusi di Malang Post, AAM sudah kembali menjadi hak dan kewenangan penuh Pemkot Malang.
“Hal tersebut diketahui dari hasil rapat kerja antara Komisi B DPRD Kota Malang dengan Kabag Hukum, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) dan Kepala BPKAD hari ini,” terang dia kepada Malang Post, Senin (16/12) .

   Baca juga :

Kontrak Tapi Tak Paham Harga Sewa

Pemkot Malang Tak Tertib Aset


Arief menguraikan, terhitung sejak tanggal 6 November 2019 lalu, sudah ada serah terima dari PT. SIMC kepada Pemkot Malang.
“Untuk itu, kami dari Komisi B memberikan apresiasi atas kinerja pemerintah dalam melakukan proses pengembalian aset tersebut,” lanjut dia.
Setelah kembali menjadi milik Pemkot, pihaknya menunggu langkah dari pihak eksekutif untuk membuat perencanaan yang matang. Tentu untuk memanfaatkan bangunan yang terletak di kawasan yang cukup strategis.
 “Kami meminta agar Wali Kota Malang agar memaksimalkan bangunan tersebut,” papar dia.
Sedangkan terkait Ramayana yang selama ini menjalin kerjasama dengan PT. SIMC, mereka siap melakukan sewa menyewa dengan Pemkot Malang dengan perjanjian mundur.
“Artinya, mereka siap memberikan uang sewa terhitung sejak tanggal 6 November 2019. Sambil menunggu hasil appraisal dari Kantor Pelayanan Keayaan Negara dan Lelang (KPKNL),” tandas dia.

Tim Appraisal Belum Terbentuk
Meski sudah resmi kembali menjadi aset penuh Pemkot Malang, AAM belum beroperasi secara maksimal. Pasalnya usai PKS diserahterimakan, maka Pemkot Malang mengelola gedung itu sepenuhnya.
Untuk mengelola, maka tenant-tenant yang ada di AAM harus memiliki nilai sewa resmi. Nilai sewa ditentukan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang dengan membentuk Tim Appraisal. Hingga kini tim appraisal dan juga nilai sewa ini belum jelas keberadaannya.
Kepala Seksi Pelayanan Penilaian KPKNL Kota Malang, Ani Mafiana menyampaikan, pihaknya telah menerima surat permohonan apprasial ini dari Pemkot Malang pada tanggal 14 November lalu. Dan sudah mengajukan surat permohonan penerbitan SK tim appraisal kepada wali kota sebagai pemegang kebijakan daerah.
Namun, hingga kini SK Wali Kota tersebut belum juga turun. Saat dikonfirmasi soal ini, Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan, bahwa sampai Sabtu (14/12) lalu ia belum menerima surat terkait dengan SK tersebut.
Sutiaji menyampaikan, terkait dengan appraisal ini pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas Perdagangan Kota Malang. Terkait hal ini Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang, Wahyu Setianto menyampaikan, bahwa pihaknya sudah menyerahkan surat tersebut.
Surat yang dimaksud tersebut berisi tentang konsep dan juga tim yang nantinya dibuat untuk menentukan nilai appraisal.
"Sudah lima hari yang lalu kami berikan. Ya kemungkinan sekarang masih di sekretariat," ucapnya saat dikonfirmasi .
Wahyu menyampaikan, meski nilai sewa belum jelas, tenan yang ada di Alun-Alun Mall akan tetap membayar sewanya per tanggal 5 November 2019.Dia menargetkan, bahwa di awal tahun 2020 nanti, nilai sewa untuk para tenan di Alun-Alun Mall telah keluar.
"Nilai appraisal ini digunakan untuk acuan penetapan biaya sewa kepada para tenan. Jadi nanti tiap tenan berbeda-beda, tergantung dari ukuran lapaknya dan sewanya nanti per 6 bulan sekali," tandasnya.
Sebelumnya Kabid Perencanaan dan Pelaporan Dinas Perdagangan Kota Malang Sapto Wibowo sempat menjelaskan, jumlah tenant yang ada di AAM 17 tenant. Rinciannya di lantai satu terdapat tujuh tenant. Kemudian di lantai dua disewa Ramayana, sedangkan di lantai dasar areal parkir terdapat tiga tenant. Kemudian di lantai tiga terdapat enam tenant.(tea/ica/ary)

Editor : Bagus
Penulis : Sisca

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet

Loading...