Malang Post - Ada Jimat Khusus di Jersey Away

Rabu, 01 April 2020

  Mengikuti :


Ada Jimat Khusus di Jersey Away

Senin, 24 Feb 2020

MALANG - Arema FC resmi melaunching tim dan jersey, sebelum Liga 1 2020 dimulai pada 29 Februari mendatang. Launching di Stadion Kanjuruhan Kepanjen dikemas dengan aroma juara, , Minggu (23/2) . Jersey away Arema FC 2020 ini juga disertai jimat khusus, yakni nama-nama pemain yang membawa Arema juara pada musim 2010.


Tim Singo Edan mengemas pengenalan skuad mereka dengan pesta flare hingga penabuhan bass drum. Itu sebagai tanda kesiapan Hendro Siswanto dkk berjuang bersama pendukungnya, mengarungi kompetisi dengan mengusung jargon Spirit of Unity. Launching juga bersamaan uji coba melawan Barito Putera. Dalam launching yang disaksikan 19 ribu Aremania ini, diawali dengan salawatan. Dipimpin Gus Mahfud, Penasehat Ponpes Yatim Almunir, salawatan ini sekaligus untuk mendoakan tim Arema yang akan mengarungi kerasnya kompetisi Liga 1.


Usai salawatan dan doa bersama, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh CEO Arema FC, Ir. Agoes Soerjanto. Sebagai wujud syukur atas launching tim Arema, potongan tumpeng diberikan pada perwakilan anak disabilitas, mereka juga mendapatkan hadiah golden pass alias tiket terusan untuk semua laga home Arema musim ini.
Selesai pemotongan tumpeng, satu per satu penggawa Singo Edan mulai diperkenalkan. Mulai barisan penjaga gawang hingga penyerang. Termasuk jajaran tim pelatih juga dipanggil ke tengah lapangan.
Menariknya, ada Dedik Setiawan dalam perkenalan tersebut. Pemain yang baru saja menjalani operasi dan diperkirakan baru pulih pertengahan 2020 itu dipanggil, menuju ke tengah lapangan. Sontak, sorak dan tepuk tangan Aremania mengiringi pemain berjulukan Drogba tersebut.
Total, pemain Arema yang dikenalkan berjumlah 26. Kini, tim asuhan Mario Gomez itu masih memiliki peluang menambah pemain sampai bursa transfer ditutup, awal Maret.


Begitu pemain dan pelatih berada di tengah lapangan, Kapten Tim Arema, Hendro Siswanto memimpin rekan-rekannya dan Aremania untuk menabuh drum. Penabuhan bass drum ini sekaligus menandai resmi dilaunchingnya tim Arema. Disusul pesta flare di semua bagian tribun Stadion Kanjuruhan.
"Habiskan flare kalian sekarang, nyalakan semua saat ini, karena saat kompetisi, Aremania sudah tidak boleh menyalakan flare. Tim akan mendapatkan denda dan sanksi, mari kita dukung Arema dengan positif," ungkap Tewe, MC dalam launching tim Arema.


Usai menabuh bass drum, penggawa Arema lantas berfoto bersama di tengah lapangan, tepat di depan tulisan Spirit of Unity. Arema sengaja mengusung jargon tersebut musim ini dengan harapan bisa menyatukan semua stakeholder tim. Mulai dari pemain, manajemen, suporter hingga para sponsorship hingga media partner.
“Kami memang mengambil tema ini untuk sepanjang musim 2020. Kami berharap, semangat persatuan, kuat di musim ini,” beber Media Officer Arema, Sudarmaji.


Dia mengatakan, 2020 ini tepat 10 tahun setelah Arema juara kompetisi di 2010. Untuk itulah, Arema menargetkan momen tersebut juga menjadi semangat bagi seluruh elemen tim.
“Bahkan dalam jersey, kami buat semua berbau dengan aroma juara. Misalnya di jersey away ada nama-nama pemain yang membawa Arema juara di 2010,” tuturnya.


Sementara, terkait konsep acara, Arema mencoba menggabungkan program manajmen, tim, hingga suporter. Menurutnya, ada penabuhan bass drum, merupakan bentuk ajakan bagi pemain, agar mereka juga merasakan bagaimana perjuangan Aremania memberikan dukungan di setiap pertandingan.


Sedangkan untuk pesta flare, diakui Sudarmaji sebagai kampanye alias ajakan untuk mengakhiri penyalaan flare dan sejenisnya di kompetisi. “Perilaku oknum suporter yang menyalakan flare, bom asap, kembang api, selama 2019 menghasilkan denda yang cukup besar. Kami coba mengajak suporter melampiaskan hasratnya menyalakan flare di launching ini. Tapi istilahnya, ini closing flare party,” tambah dia.


Bek Arema FC, Syaiful Indra Cahya senang dengan konsep launching yang diusung Arema. Dia pun optimis, dengan doa dan dukungan semua pihak, Arema bisa berpestasi musim ini.
“Insya Allah musim ini lebih baik dan bisa juara,” tandasnya.(ley/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Stenly Rehardson

  Berita Lainnya





Loading...