Connect with us

Hi, what are you looking for?

Di's way

Manajemen Arema FC Tolak Keinginan Carlos Tambah Striker

LARI: Pemain Arema ketika berlatih sebelum kompetisi diundur. Rencana menambah pemain di posisi striker, ditolak manajemen. Foto : Aria Cakraningrat/DI’s Way Malang Post

Malang – Permintaan arsitek Arema FC, Carlos Carvalho de Oliveira, menghadirkan satu lagi pemain asing, untuk mengisi posisi penyerang murni di timnya, tampaknya harus bertepuk sebelah tangan.

Jajaran direksi PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI), mengisyaratkan kebijakan untuk tak mendatangkan lagi pemain asing baru, jelang menghadapi lanjutan kompetisi extraordanary Liga 1 2020, November mendatang.

Arema FC sendiri, telah kehilangan kuartet asing Jonathan Jesus Bauman (Argentina), Elías Patricio Alderete (Argentina), Oh In-kyun (Korea Selatan) dan Matías Daniel Malvino Gomez (Uruguay).

Saat ini baru memiliki satu legiun asing pengganti. Bek tengah raksasa asal Vitoria, Espirito Santo Brazil, Caio Ruan Lino de Freitas, dengan postur 191 sentimeter. Sedangkan mantan playmaker Sociedade Imperatriz de Desportos (Serie C, Brazil), Bruno Smith Nogueira Camargo, statusnya masih dipantau atau trial.

‘’Beberapa hari lalu, coach Carlos menyodorkan satu nama striker asing Asia dari Australia, yang dia dapatkan agen. Kami sudah pelajari kurikulum vitae dan rekaman video pemain itu. Tapi jujur kualitasnya masih kurang bagus. Yang lebih utama, direksi juga mewanti-wanti dan meminta kami, untuk mengerem pengeluaran anggaran, setelah mendatangkan pelatih baru dan dua pemain asing baru. Bukannya kami pelit, tapi realitanya seperti itu, tegas General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

Hilangnya Mariando Djonak Uropmabin dan Elías Patricio Alderete (Argentina), lini penyerangan tim Singo Edan hanya menyisakan stok minim. Yaitu Kushedya Hari Yudo, Dendi Santoso, Dedik Setiawan, Muhammad Rafly, Febry Eka Putra dan second striker muda usia Titan Agung Bagus Fawwazi. Praktis pada lanjutan kompetisi nanti, Arema boleh jadi menjadi satu-satunya tim yang tak memiliki penyerang asing.

Terdepaknya Elías Patricio Alderete, karena persoalan tak sepakat rekontrak baru (SKEP/53/VI/2020 dan SKEP/48/III/2020) dan Mariando Djonak Uropmabin, karena alasan non teknis.

Kami sudah mendatangkan Caio Ruan dari Brazil dan resmi diikat kontrak, untuk mengisi posisi bek tengah. Juga ada gelandang serang atau playmaker, Bruno Smith yang masih dalam pantauan kami. Jadi kami nilai, sementara ini dua pemain asing sudah cukup untuk Arema,’’ imbuhnya.

Diakui Ruddy, sebelummya Arema berharap mengambil penjaga gawang dari Brasil. Tapi batal karena tidak dilepas klubnya. Dengan begitu, Arema tetap hanya menggunakan tenaga dua pemain asing saja.

‘’Coach Carlos juga bilang, sektor belakang dan tengah rawan. Dia membutuhkan pemain asing. Sudah kami datangkan dua pemain asing baru. Jadi ya cukup. Sektor lini depan, saya pikir sudah cukup dengan pemain lokal,’’ tegas Ruddy Widodo. (act/rdt)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

News

Malang – Manager meeting antara PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) dan perwakilan 18 klub, Senin (21/9) lalu, di Sheraton Hotel Bandung, salah satunya menghasilkan...

Olahraga

Malang – Manager Coach Madura United, Rachmad Darmawan akui, timnya tak mengincar berapa skor akhir dalam laga uji coba tertutup lawan Arema FC, Rabu...

Olahraga

Malang – Dua tim anggota Liga 1 2020 asal Jawa Timur, Arema FC dan Madura United, mensiasati kejenuhan di tengah ketidakpastian kapan kick-off lanjutan...

Olahraga

Malang – Memiliki tiga dari empat kiper lokal relatif mumpuni, sepertinya belum cukup bagi Arema FC. Padahal Utam Rusdiana, Teguh Amiruddin dan Andreas ‘Ciko’...

Copyright © 2020 MalangPost